Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membahas transformasi pendidikan pada acara Konferensi pendidikan tingkat tinggi se-Asia Pasifik yakni QS Higher Ed Summit Asia Pasifik 2022. 

"Perubahan besar yang telah kita lakukan ini mungkin tidak akan pernah bisa saya lakukan dalam waktu sepuluh tahun. Dengan hadirnya Covid-19, dalam waktu satu tahun memaksa hampir sekitar tiga juta guru di seluruh Indonesia menggunakan teknologi. Bahkan jika saya mencoba dengan anggaran besar, tidak dapat mencapainya dalam waktu sepuluh tahun," kata Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, dalam keterangan pers UI, Kamis. 

Hal itu kata Nadiem dapat terjadi karena sekolah dan guru terpaksa menggunakan teknologi untuk mengajar. Mereka sendiri yang membuka pintu-pintu peluang untuk mengadopsi digital dari berbagai teknologi pendidikan yang dapat kami berikan secara gratis untuk para guru sehingga kementerian mengambil kesempatan itu dan membangun berbagai platform pendidikan,” ujar 

Dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nadiem mengatakan hal tersebut dilakukan untuk melakukan tranformasi agar dapat bergerak secepat mungkin dan salah satu contoh terobosan yang dikeluarkan adalah Merdeka Belajar. Program ini adalah kombinasi antara teori akademik dengan aplikasi dunia nyata. 

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, yang hadir secara virtual menyebutkan bahwa di dalam program Merdeka Belajar terdapat Program Gerilya. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa perguruan tinggi baik dari program vokasi maupun teknologi untuk mengembangkan kompetensi energi terbarukan. 

"Sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas kegiatan akademik dan penelitian terkait energi terbarukan, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memberikan skema beasiswa untuk program magister dan Ph.D untuk mempelajari energi terbarukan di universitas terbaik di seluruh dunia," katanya.

LPDP juga menyediakan skema pendanaan penelitian yang dikenal dengan RISPRO hingga sekitar 150.000 dolar AS per skema penelitian yang berfokus pada energi terbarukan. Hasil dari upaya pemerintah dan banyak pemangku kepentingan pendidikan tinggi yang penting, beberapa peringkat universitas terkemuka internasional mengakui kinerja Universitas Indonesia terkemuka di tingkat global dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) termasuk masalah energi terbarukan.

Sedangkan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, mengatakan, salah satu kunci Universitas Indonesia dalam mencapai posisi saat ini adalah dengan memggencarkan global engagement. 

UI telah bekerja sama dengan mitra di 47 negara dan merupakan anggota dari 14 konsorsium regional. Selain itu, sinergi antara UI dengan program Merdeka Belajar Kemendikbudristek mendorong untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan sesuai dengan kebutuhan, minat, dan bakatnya. 

Lebih lanjut Prof. Abdul Haris menjelaskan, kolaborasi yang dilakukan juga harus berfokus pada hasil aktual dan dampak nyata, yang menghubungkan universitas dengan dunia nyata.
 

Pewarta: Feru Lantara

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022