Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi melakukan kolaborasi antara lain dengan balai benih, pondok pesantren dan kelompok pembudidaya, untuk mengembangkan komoditas sidat mulai dari tahap pembenihan, pembesaran hingga pengolahan.

"Sidat merupakan komoditas perikanan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, tentunya Kabupaten Sukabumi yang memiliki potensi ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk dalam upaya peningkatan perekonomian masyarakat," kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi Nunung Nurhayati di Sukabumi, Jabar, Jumat.

Menurut Nunung, dalam pengembangan budidaya sidat ini pihaknya akan mengolaborasikan Balai Benih Ikan Tonjong Palabuahnratu dengan Ponpes Assalam Warungkiara dan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Sidat Bumi Gunungguruh.

Baca juga: Punya potensi besar, Pemkab Sukabumi dorong masyarakat budidayakan sidat

Nantinya masing-masing lembaga itu memiliki perannya masing-masing, seperti balai benih untuk menyediakan benih, kemudian ponpes melakukan budidaya pembesaran dan pengolahan, kemudian pokdakan sebagai inovator bermodal terbatas dalam pengembangan sidat.

Pihaknya pun sudah meninjau langsung ke lokasi yang tujuannya untuk melihat langsung kegiatan budidaya sidat di Kabupaten Sukabumi dalam upaya pengembangan dan pemberdayaan pembudidaya ikan sidat untuk penanggulangan ekonomi di masa pandemi COVID-19.

Pihaknya pun berharap BBI Tonjong bisa menjadi pusat pengembangan ikan sidat atau sidat center yang berfungsi sebagai kawasan edu mina wisata yang kegiatannya melakukan budidaya, edukasi dan wisata sekaligus pelestarian sumberdaya sidat melalui pemanfaatan terpadu dan berkelanjutan.

Baca juga: Ikan Sidat Potensial Dikembangkan Secara Luas

Selanjutnya, Ponpes Assalam berperan diproyeksikan sebagai penghubung yang menghubungkan pemberdayaan masyarakat dalam budidaya sidat serta berinovasi untuk mengolah sidat menjadi brownies dan crackers yang tentunya memiliki potensi untuk pengembangan ekonomi masyarakat ke depan.

Sementara, Pokdakan Sidat Bumi Gunungguruh yang anggotanya mayoritas pemuda milenial yang memiliki kepedulian terhadap ikan sidat dan melakukan budidaya dengan inovasi bermodal murah yaitu dengan sarana terpal dan pemanfaatan drum plastik.

"Baik BBI, Ponpes Assalam maupun Pokdakan Sidat Bumi Gunungguruh akan berkolaborasi untuk berinovasi dalam upaya pengembangan komoditas ini yang tujuan akhirnya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat," tambahnya.

Baca juga: Pakar IPB Teliti Kinerja Produksi Pendederan Ikan Sidat Pada Media Dengan Salinitas Berbeda

Nunung mengatakan pangsa pasar bagi sidat ini masih terbuka lebar, apalagi untuk pasar ekspor. Diharapkan dengan adanya proyek percontohan ini Kabupaten Sukabumi bisa menjadi sentra sidat dan mampu mengekspor komoditas tersebut ke berbagai negara.

Pewarta: Aditia Aulia Rohman

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022