IPB memfasilitasi lahirnya perusahaan kosmetik berbasis natural dan organik yang memanfaatkan tumbuhan lokal Indonesia sebagai dukungan terhadap pemanfaatan keanekaragaman hayati Nusantara.
 
Salah satu alumni IPB yang dibina menjadi pengusaha kosmetik berbahan natural dan organik Nectars Organic Skincare Ruri P Arimbi kepada ANTARA di Kota Bogor, Rabu, mengatakan perusahaan mengolah tumbuhan yang mungkin tidak disadari khasiatnya oleh masyarakat meskipun berada di sekelilingnya.
 
"Perusahaan ini ingkubator bisnis dari IPB yang berusaha mengembangkan dan mengenalkan kosmetik yang aman dari bahan dasar tumbuhan lokal di Indonesia," kata Ruri.
 
Baca juga: Peneliti IPB Teliti Krim Tabir Surya dari Rumput Laut
 
Menurutnya, perawatan tubuh jangka panjang memerlukan produk-produk yang natural. Pemilihan bahan baku bermutu tinggi dapat memberikan efek yang baik pada kulit.
 
Selain itu dari bahan baku yang didapatkan dari petani lokal dapat membuat rantai ekonomi yang baik.
 
Produk-produk kosmetik ini mengedepankan kearifan lokal yang mendukung gerakan ramah lingkungan. Ekstrak tanaman lokal berantioksidan tinggi dapat mencegah penuaan dini dan penyakit kronis lainnya.
 
Baca juga: Mahasiswa IPB Ciptakan Toner Wajah Alami Dari Kolagen Dan Kitosan
 
Namun demikian, pemasaran produk kosmetik yang natural dan organik membutuhkan perjuangan yang cukup panjang. Masyarakat perlu edukasi terhadap reaksi kosmetik maupun produk-produk perawatan tubuh yang tidak instan mengubah penampilan tetapi cukup baik untuk jangka panjang.
 
Pandemi COVID-19 yang cukup panjang, kata dia, telah memberikan pengalaman kepada masyarakat untuk merawat diri di rumah dan memesan produk menggunakan cara pemesanan daring.
 
Mereka yang masih belia maupun orang dewasa akhirnya memiliki waktu luang untuk memilah produk-produk yang baik bagi tubuh.
 
Baca juga: Mahasiswa IPB Ganti Minyak Babi Pada 'Kosmetik' Dengan 'Minyak Mikroalga'
 
"Kepercayaan pelanggan dimulai dari skala kecil. Pemasaran produk kosmetik dan perawatan kulit kami awalnya dari mulut ke mulut, sekarang Alhamdulillah sudah banyak dikenal masyarakat umum," katanya.

Pewarta: Linna Susanti

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2022