Karawang, 30/6 (ANTARA) - Para petambak garam di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, meminta pemerintah pusat melindungi harga garam agar tidak anjlok pada saat-saat tertentu, serta mendukung rencana swasembada garam pada 2014.

Ketua Forum Komunikasi Kelompok Usaha Garam Rakyat Karawang, Aep Suhardi, Jumat, mengatakan, menjelang rencana swasembada garam pada 2012, pemerintah pusat harus memproteksi para petambak garam, agar mereka bergairah dalam menjalani usaha.

Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara melindungi harga garam agar pada waktu-waktu tertentu tidak anjlok. Biasanya ketika panen raya, para petambak garam merugi akibat harganya anjlok lantaran produksi sedang berlimpah.  
Menurut dia, model perlindungan harga garam yang perlu dilakukan pemerintah pusat ialah dengan membentuk sebuah instansi atau lembaga yang bertugas mengamankan harga garam, agar tidak terlalu anjlok harganya saat musim panen raya.

"Dalam pertanian, ada Bulog yang bertugas menyerap harga padi saat musim panen raya sehingga harga gabah tidak terlalu anjlok," katanyag.

Saat ini produksi garam di Kecamatan Tempuran, Cilamaya Wetan, Cilamaya Kulon, dan Kecamatan Cilebar cukup menjanjikan.

Rata-rata produksinya mencapai 60-70 ton garam per hektare dalam satu musim. Bahkan, produksinya sebenarnya bisa ditingkatkan hingga 80 ton jika harganya bagus bagi para petambak garam.

Dari rata-rata produksi garam tersebut, ia yakin para petambak garam di Karawang mampu mendukung pemerintah pusat dalam mencapai swasembada garam. Tetapi dengan catatan, pemerintah perlu melindungi harga garam agar tidak anjlok saat musim panen raya.

"Saat ini harga garam mencapai Rp750 per kilogram dan diharapkan harga itu bertahan hingga musim panen raya," kata dia.


Ali K

Pewarta:

Editor : Naryo


COPYRIGHT © ANTARA News Megapolitan 2012