Kegiatan yang diselenggarakan oleh bersama dan itu menghadirkan edukasi mitigasi bencana bagi peserta. Materi yang diberikan meliputi potensi ancaman gempa bumi, prosedur penyelamatan dan evakuasi, sistem pelaporan melalui aplikasi Jogja Digdaya, hingga simulasi kebencanaan.
Penghargaan diberikan kepada sejumlah pihak yang dinilai berkomitmen dalam pelaksanaan program strategis SPAB di Daerah Istimewa Yogyakarta, di antaranya Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, BPBD DIY, dan EDRR Indonesia. Country Director for Government Relations EDRR Indonesia, mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengingat pentingnya membangun budaya keselamatan sejak di lingkungan sekolah. “Penghargaan ini kami terima sebagai pengingat bahwa keselamatan harus dimulai dari ruang kelas. EDRR Indonesia memandang Satuan Pendidikan Aman Bencana bukan sekadar program, melainkan investasi jangka panjang,” ujar Rakyan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan Pasar Penyintas di Lapangan Garuda, kawasan Pasar Penyintas menghadirkan 44 pelaku UMKM penyintas Gempa Yogyakarta 2006 sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan ekonomi dan memperkuat ketangguhan masyarakat pascabencana.
Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, mengatakan peringatan 20 tahun gempa Yogyakarta dan Jawa Tengah menjadi momentum untuk memperkuat memori kolektif masyarakat terhadap pentingnya kesiapsiagaan bencana melalui kolaborasi lintas sektor.
Rakyan menambahkan, keterlibatan EDRR Indonesia dalam peringatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan terhadap penanggulangan bencana di Tanah Air.
“Semangat ini akan kami lanjutkan melalui EDRR Indonesia 2026, pameran teknologi mitigasi bencana terbesar di Asia Tenggara, yang berlangsung pada 12 hingga 14 Agustus 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Kami mengajak pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadikan peringatan ini sebagai titik tolak budaya tangguh bencana yang nyata,” tutup Rakyan.
Pewarta : PR Wire
Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2026