Bogor, (Antaranews Bogor) - Dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor Prof Herry Purnomo terpilih dalam bursa salah satu calon rektor Universitas Indonesia (UI) masa bakti 2014-2019.

"Sekarang masuk dalam fase uji publik, yang berlangsung hingga 14 Oktober mendatang," katanya di Bogor, Jawa Barat, Sabtu petang.

Menurut laman http://pemilihanrektor.ui.ac.id/verifikasi/daftar-calon-rektor-terjaring ada sebanyak 25 kandidat yang terjaring dalam bursa calon rektor UI dimaksud.

Herry Purnomo dikenal sebagai seorang pendidik inovatif pengelolaan dan tata kelola (governance) sumberdaya alam dan lingkungan, pemodelan dan simulasi, serta filsafat sains.

Ia selalu mencoba cara baru dalam proses belajar mengajar sehingga mahasiswa S1, S2 dan S3 mampu berkonsentrasi penuh, hening dan aktif dalam perkuliahan.

Aktif dalam melakukan sertifikasi internasional dan "benchmarking" pendidikan di Indonesia dengan pendidikan di kampus-kampus yang lebih maju, ia juga aktif dalam riset dan berafiliasi dengan lembaga riset internasional selama 20 tahun.

Selain itu, ia telah menjadi pembicara dalam seminar, konferensi dan kongres yang diadakan di Asia, Amerika Serikat, Amerika Latin, Eropa, Australia dan Afrika.

Hasil risetnya telah dipublikasi dalam jurnal-jurnal terkemuka dunia yang diterbitkan oleh Elsevier, Springer dan Taylor and Francis.

Dikenal berpikiran terbuka, ia juga dikenal senang berdiskusi, berorganisai dan aksi dalam penguatan masyarakat madani di tingkat lokal, nasional dan global.

Selain itu, tidak pernah mengeluh dan senang dengan ide-ide besar yang ditopang dengan aksi-aksi kecil yang kontinyu dan membesar.

Ia juga mempunyai banyak kawan di lembaga swadaya masyarakat, pemerintah, sektor swasta dan donor baik di Indonesia dan dunia.

Penggemar olah raga tenis meja, tenis lapangan, bersepeda dan cinta alam itu mempunyai hobi berkebun, memelihara ikan koi dan bergaya hidup sehat.

Ia menjelaskan untuk berkompetisi dengan calon lainnya, ia telah mempersiapkan visi dan misi bagi UI ke depan.

Visi yang diusungnya, yakni menjadikan UI universitas publik terbaik di Asia Tenggara yang menguntungkan Indonesia dan berpengaruh di dunia.

Sedangkan isinya, yakni mendidik pemimpin dan praktisi yang membuat perubahan di Indonesia dan dunia.

Mengenai program kerja yang disiapkannya, untuk bidang pendidikan yakni mengembangkan pendidikan akademik S1, S2 dan S3 yang menghasilkan lulusan yang unggul di ASEAN dan dunia�

Kemudian, mengembangkan pendidikan profesi sesuai dengan kebutuhan negara dan pasar dan pendidikan vokasi sesuai dengan kebutuhan negara dan pasar.

Selain itu, melakukan "benchmarking" dengan University of Cambridge dan University of Harvard, melakukan sertifikasi internasional untuk semua program studi dan strata.

Di samping itu, meningkatkan sumber-sumber pembiayaan pendidikan UI selain dari pemerintah dan mahasiswa, meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam merancang proses belajar mengajar di UI Riset, dan mempertajam prioritas riset sesuai dengan kebutuhan nasional dan dunia.

Program lainnya, melakukan "fund raising" lewat dana publik, sektor swasta, dan donor internasional, meningkatkan publikasi yang terindeks scopus menjadi minimal 10 dan h-index untuk setiap dosen minimal 5.

Meningkatkan komunikasi hasil-hasil riset UI dalam bentuk "info brief", "policy brief", blogs, media sosial, liputan media massa dan lainnyal.

Untuk pengabdian masyarakat, yakni meningkatkan pengabdian langsung pada masyarakat lewat pusat-pusat penelitian dan/atau pengabdian masyarakat, lembaga, fakultas dan departemen.

Selanjutnya, mendapatkan umpan balik dari masyarakat nasional dan internasional untuk peningkatan kapasitas UI, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam beragam bentuk termasuk pikiran dan "funding" pendidikan dan riset di UI Fasilitas, dan meningkatkan fasilitas UI untuk mewadahi seluruh kegiatan pendidikan, riset dan pengabdian masyarakat secara nyaman.

Terakhir, yakni meningkatkan fasilitas UI untuk meningkatkan komunikasi antara UI dan alumninya, demikian Herry Purnomo.


Pewarta: Andi Jauhari
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026