Petugas-Periksa-Bergilir-Wilayah-Endemis-Flu-Burung-
Bekasi, 16/2 (ANTARA) - Dinas Perekonomian Rakyat Kota Bekasi, Jawa Barat, memeriksa secara bergilir unggas di daerah endemis flu burung guna menghindari merebaknya wabah terebut di masyarakat.

"Kami melakukan penyuluhan dan pemeriksaan ke sejumlah tempat pemotongan unggas, peternakan unggas, serta penjual burung, khususnya di daerah endemis," ujar Kepala Seksi Kesehatan Hewan Bidang Peternakan, Dispera Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti, di Bekasi, Kamis.

Menurut dia, pihaknya telah mendatangi sejumlah penjual dan peternak burung di wilayah Kelurahan Jakasetia, Bekasi Selatan, yang merupakan daerah endemis menyusul pada Maret 2011 lalu, di kelurahan tersebut terdapat penderita penyakit yang dinyatakan positif tertular virus H5N1 hingga meninggal dunia.

"Tahun lalu ada pasien yang menderita flu burung, ibu dan anak. Ibunya meninggal, dan anaknya yang berusia dua tahun selamat," ujarnya.

Menurut Satia, saat ini terdapat 287 tempat pemotongan ayam di wilayahnya, mulai dari pemotongan 20 ekor hingga 2000 ekor per harinya. Tempat tersebutlah yang diagendakan akan terkena pemeriksaan petugas selanjutnya.

"Tempat pemotongan ayam di Kota Bekasi terbanyak di Bekasi Timur, Pekayon, Bekasi Utara, Medan Satria dan Pondokgede. Ayam-ayam tersebut biasanya didatangkan dari Kabupaten Sukabumi, Bogor dan Kabupaten Bekasi," ujarnya.

Sedangkan peternak unggas, kata Satia, di Kota Bekasi yang terbanyak di wilayah Jatiraden, Jatiasih, Jatiluhur, Bantargebang dan Mustikajaya. Peternak tersebut pada umumnya memelihara ayam petelur dan ayam potong.

"Ini sebagai langkah menegakkan maklumat Wali Kota Bekasi No.524.31/2412-Prakop/X/2008 tentang mengantisipasi merebaknya penyakit flu burung di Kota Bekasi," katanya.

Satia menambahkan, secara rutin pihaknya melakukan vaksinasi setiap empat bulan sekali terhadap sejumlah unggas di Kota Bekasi sebagai langkah antisipasi penyebaran flu burung.

"Tahun 2012 ini disediakan sekitar 25 ribu vaksin," demikian Satia.


Andi F


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026