"Belum ada lonjakan yang signifikan. Karena kenaikan relatif masih terjangkau oleh masyarakat,"Bogor (Antaranews Bogor) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat kembali melakukan inspeksi medadak ke sejumlah pedagang kebutuhan pokok di Pasar Anyar, Jumat pagi.
Sidak yang dipimpin langsung Wali Kota Bogor Bima Arya, dimulai dari pukul 05.00 WIB, turut hadir mendampingi Sekretaris Daerah Ade Sarip Hidayat, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bambang Budiantor, Dirut PD Pasar Pakuan Jaya, Ali Yusuf dan sejumlah SKPD.
"Sidak kali ini ada dua sasaran utama yakni memantau harga dan kualitas higienis dari bahan kebutuhan pokok," ujar Bima Arya.
Bima menjelaskan, dari hasil sidak yang dilakukan hari ini terhadap harga kebutuhan pokok adanya kenaikan.
Sejumlah bahan kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan diantaranya adalah beras, telor, daging ayam, daging sapi, bawang putih dan bawang merah.
"Menurut informasi pedagang harga-harga mulai kembali naik sejak dua hari terakhir," kata Bima.
Namun, lanjut Bima, kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut berkisar antara Rp1.000 hingga Rp2.000 sehingga dinilai masih wajar.
"Belum ada lonjakan yang signifikan. Karena kenaikan relatif masih terjangkau oleh masyarakat," ujar Bima.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan sidak tersebut juga dalam rangka memantau harga oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah.
"Kita terus memantau situasi di pasar, harga-harga jangan sampai menyebabkan inflasi tinggi," kata Ade.
Berdasarkan haril sidak di Pasar Anyar, harga kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan diantaranya beras yang paling rendah dijual Rp6.500 per kilogram. Sedangkan untuk jenis IR 64 berkisar antara Rp7.000 hingga Rp8.000 per kg.
Telor ayam boiler dijual Rp20.000 per kg, telur ayam kampung Rp2.000 per butir, daging ayam Rp36.000 per kg, daging sapi Rp95.000 per kg.
Sedangkan untuk harga produk hortikultura seperti cabe rawit Rp11.000 per kg, cabe rawit merah Rp16.000, cabe merah keriting Rp12.000 per kg dan arga bawang putih kini Rp14.000 per kg.
Pewarta: Laily RahmawatiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.