Depok (ANTARA) - Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok Jawa Barat mengajak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan penguasaan terhadap teknologi digital agar bisa berkembang, bersaing di era digital, dan naik kelas.

“Kami sudah melakukan berbagai pelatihan dan pembinaan, bahkan menghadirkan pelaku-pelaku usaha yang sukses,” kata Sekretaris DKUM Kota Depok, Nelson Da Silva, di Depok, Senin.

Karena itu, Nelson mengajak seluruh pelaku UMKM untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman menguasai teknologi terkini, meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kemasan, hingga memanfaatkan pemasaran digital agar mampu bersaing dengan produk lain.

Baca juga: Program JUSS kreativitas masyarakat pasarkan produk UMKM

Menurut Nelson, hasil evaluasi menunjukkan persoalan utama bukan terletak pada keterbatasan modal maupun tempat usaha, melainkan mental pelaku UMKM untuk terus maju, berkembang, dan memperbaiki diri.

“Ternyata setelah diteliti, bukan masalah permodalan, bukan masalah tempat, tetapi masalah mental. Mental untuk maju, mental untuk meningkat, mental untuk memperbaiki diri ini yang masih lemah,” katanya.

Ia menjelaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus berupaya membangun ekosistem yang mendukung perkembangan UMKM melalui penyediaan informasi, pelaksanaan berbagai event, hingga mengikutsertakan pelaku UMKM dalam pameran tingkat provinsi maupun nasional.

Baca juga: Aliansi Kuliner Depok gelar UMKM Award 2026 meriahkan Hari UMKM

Langkah tersebut dilakukan agar pelaku UMKM memiliki wawasan yang lebih luas sekaligus keberanian untuk bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

“Persaingan sekarang tidak mudah, apalagi di era digital. Orang sangat mudah berjualan lewat media sosial. UMKM kita juga harus berani masuk ke sana, tidak bisa hanya diam dan berharap pembeli datang sendiri,” jelasnya.

Selain pembinaan, DKUM juga memberikan berbagai bentuk dukungan, seperti fasilitasi sertifikasi halal serta subsidi bunga pinjaman bagi pelaku UMKM yang mengakses kredit melalui Bank BJB. Pemkot Depok bahkan menanggung hingga 90 persen bunga pinjaman sebagai bentuk stimulus.

Baca juga: Depok meriahkan HUT Kemerdekaan RI dengan olahraga hingga bazar UMKM

Namun, menurut Nelson, masih banyak pelaku UMKM yang belum bisa memanfaatkan program tersebut karena terkendala persyaratan perbankan, terutama rekam jejak kredit atau BI Checking.

“Programnya sudah kami siapkan, bahkan bunga pinjaman kami bayarkan sampai 90 persen. Tetapi banyak yang gugur saat proses BI Checking. Itu memang menjadi kenyataan yang harus kita hadapi,” ujarnya.

“Ke depan mereka harus memperbaiki diri dan mengikuti perkembangan zaman. Packaging harus menarik, pemasaran juga harus mengikuti tren. Kalau kita masih biasa-biasa saja sementara yang lain sudah tampil menarik di media sosial, tentu akan tertinggal. Untuk naik kelas, banyak aspek yang harus dibenahi,” ujarnya.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026