"Konferensi Islam dan Peradaban yang digelar secara nasional pada 70 kota se-Indonesia itu merupakan jawaban HTI dalam menjawab sistem pemerintahan saat ini yang tidak sesuai dengan syariat Islam yakni Khilafah," ujar anggota DPP HTI, Iwan Januar, di Bogor, Selasa.
Konferensi yang menghadirkan sejumlah tokoh intelektual, ulama, pengusaha, kaum muslimin dan muslimat dari Kota dan Kabupaten Bogor itu juga dihadiri Wali Kota Bogor Bima Arya dan mantan penyanyi rock Hari Mukti yang kini menjadi pendakwah.
Menurut Iwan, Konferensi Islam dan Peradaban yang diselenggarakan HTI merupakan seruan dan upaya menyosialisasikan kepada masyarakat untuk menegakkan syariat Islam dan membentuk pemerintahan Khilafah.
"Sistem demokrasi saat ini dipercayai sebagai sistem politik yang akan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi aspirasi masyarakat," katanya.
Tetapi kenyataannya, bukan aspirasi rakyat yang mengemuka dari anggota parlemen yang notabene adalah wakil rakyat.
"Justru banyak sekali lahir peraturan perundangan yang merugikan rakyat, bukan memihak rakyat," ujarnya dalam keterangan persnya kepada wartawan yang hadir meliput konferensi itu.
Selain itu, pemimpin yang telah dipilih oleh rakyat dalam sistem demokrasi juga diyakini akan bekerja demi kepentingan rakyat.
Demikian pula sistem ekonomi kapitalisme liberal pun dipercaya akan memberikan kesempatan yang sangat luas bagi para pelaku ekonomi untuk melakukan investasi dan mengembangkan usaha.
"Atas nama demokrasi, rakyat dipaksa untuk mengikuti semua peraturan perundang-udangan dan kebijakan politik penguasa, meski semua itu justru merugikan rakyat, bangsa dan negara," ujarnya.
Melalui proses politik demokrasi pula akhirnya lahir peraturan yang menguntungkan para pemilik modal. Pihak asing yang notabene penghisap kekayaan negeri lebih dihormati daripada rakyat sendiri.
"Alih-alih tercipta kesejahteraan bersama, yang ada justru makin meningkatnya kesenjangan kelompok kaya dan miskin. Pertumbuhan ekonomi dalam sistem kapitalis liberal ternyata hanya dinikmati oleh segelintir orang," ujar Iwan.
Sementara itu, Juru Bicara Muslimah HTI Iffah Ainur Rochmah menambahkan Konferensi Islam dan Peradaban merugakan gerakan nasional yang diselenggarakan pada 70 kota di seluruh Indonesia, sekaligus bertepatan dengan Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
"Kami menjadikan peringatan Isra Mikraj sebagai momentum mengingat kembali sejarah Islam dan peradaban yang pernah ada dimana semangat juang Rasulullah menjadi penyemangat kita menegakkan syariat Allah," ujar Iffah.
Pewarta: Laily RahmawatiUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.