"Anggaran perawatan halte yang kita punya minim, jadi perlu ada kerja sama dengan swasta untuk perbaikannya," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Supandi Budiman di Bekasi, Jumat.
Menurut dia anggaran yang tersedia untuk halte tahun ini hanya ada Rp200 juta dari APBD setempat yang dialokasikan bagi perawatan halte.
"Sementara untuk perbaikan halte-halte rusak, tidak akan cukup dananya," katanya.
Supandi memprediksi, anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan satu halte rusak bisa mencapai Rp100 juta.
Namun dana yang ada saat ini hanya cukup untuk perbaikan dua halte.
Salah satu halte rusak tersebut berlokasi di Jalan Ir H Djuanda, Bekasi Selatan yang letaknya tak jauh dari pintu masuk menuju Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Bekasi.
Halte yang sebelumnya tampil menarik dengan ornamen khas Betawi itu kini terlihat mengkhawatirkan.
Bagian atap halte telah rusak tertimpa pohon tumbang beberapa waktu lalu.
Yang tersisa dari halte itu tinggal dua bongkah tempat duduk berlapis keramik, sementara tiang penyangganya turut dirusak oknum masyarakat.
Selain menggalang bantuan dari swasta, kata dia, pihaknya juga akan mengupayakan alokasi anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2014.
"Ada 21 halte di Kota Bekasi. Kami rinci dulu berapa banyak yang butuh perbaikan total supaya bisa terpenuhi renovasinya," katanya.
Pewarta: Andi FirdausUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.