penumpang-krl-di-stasiun-bogor-antusias-dapatkan-commetBogor, 7/2 (ANTARA) - Uji coba penggunaan sistem tiket elektronik untuk kereta listrik (KRL) Commuter atau Commet di Stasiun Besar Bogor, Jawa Barat, berlangsung lancar.
Sebanyak 1.523 Commet yang tersedia telah habis terjual sejak uji coba berlangsung pada Selasa (3/2).
"Penerapan Commet di Stasiun Bogor cukup bagus, antusiasme penumpang terlihat dari terjualnya seluruh tiket yang ada," kata Wakil Kepala Stasiun Besar Bogor Enjang Syarif Budiman di Bogor, Selasa.
Enjang mengatakan, sejak diberlakukan uji coba Commet pada 3 Februari terjadi perubahan berkurangnya jumlah antrian pembelian tiket.
Menurut dia, hampir setiap pagi antrian penumpang yang ingin membeli tiket cukup panjang. Sejak Commet diberlakukan antrian tidak terlalu signifikan.
Stasiun Bogor mendapatkan kuota Commet sebanyak 1.200 kartu untuk penumpang Abodemen (KTB/KLS) dan 275 untuk penumpang umum.
"Kita menyediakan 1.200 untuk penumpang abodemen dan 275 untuk umum. Karena abodemen cukup banyak jadi kita tambah menjadi 1.250, jadi totalnya ada 1.253 commet untuk stasiun Bogor," katanya.
Dijelaskannya, penerapan commet dilakukan dalam beberapa tahapan. Tahapan pertama yakni sosialisasi Commet telah dilakukan oleh pihaknya sejak 26 hingga 31 Januari. Lalu pada 1 hingga 3 Februari dilakukan uji coba Commet.
Selama tanggal 1 hingga 3 Februari, penerapan Commet diberlakukan kepada pengguna abodemen KTB dan KLS.
Uji coba akan berlangsung selama satu bulan. Sementara pada periode Maret mendatang akan dilakukan penggantian fisik Abodemen KTB/KLS menjadi Commet.
"Secara resmi pengoperasian Commet untuk penumpang umum akan berlangsung pada April mendatang," katanya.
Untuk mendapatkan Commet per 1 April mendatang, lanjut Enjang, penumpang cukup membayar Rp50.000, dimana sudah terisi saldo Rp30.000 sedangkan Rp20.000 diperuntukkan bagi jaminan kartu.
Pembelian kartu Commet dapat diperoleh di loket yang tersedia di 51 stasiun di wilayah Jabodetabek.
"Masa berlaku kartu Commet tidak dibatasi. Untuk dapat digunakan secara terus, kartu harus terisi saldo minimal Rp13.500," katanya.
Untuk pengisian kartu lanjut Ejang, dapat dilakukan di setiap loket di 51 stasiun yang ada.
"Sisa kartu Commet dapat dikembalikan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku untuk pengembalian," katanya.
Menurut Enjang, penerapat Comet sangat bermanfaat bagi para penumpang yang ingin lebih cepat mengakses kereta.
Ia mengatakan, sebagian besar pengguna jasa kereta di Stasiun Besar Bogor adalah para pekerja yang tinggal di Bogor.
"Jadi dengan kartu ini mereka bisa lebih efisien tanpa perlu repot-repot antri dan mencari uang receh untuk menumpangi kereta," katanya.
Commet adalah alat pembayaran pengganti uang tunai yang digunakan untuk transaksi perjalanan KA Commuter sebagai alternatif tiket perjalanan disamping karcis konvesional yang dapat diisi ulang seperti konsep pengisian ulang pulsa pra bayar.
Kartu dirancang dengan menggunakan Integrate circuit (IC) yani sejenis chip yang ditanamkan di dalam kartu.
Kartu Commet dilengkapi dengan teknologi "contactless" yang memungkinkan komunitas kartu dengan readwer melalui frekuensi radio.
"Manfaat kartu ini mudah diperoleh, mudah digunakan, tidak perlu antri di loket. Lebih efisien aktivitas keluar dan masuk peron," kata Enjang.
Enjang menambahkan, penerapan kartu Commet sebagai salah satu upaya PT KAI dalam meningkatkan layanan kepada para penumpang.
Sementara itu, menurut Yenni (27) salah satu penumpang mengaku penggunaan kartu Commet cukup mempermudah penumpang dalam traksasi pembelian tiket kereta.
"Memang cukup efisien, kita tidak perlu mengantri beli tiket lagi. Tapi, diberlakukannya Commet tiket KRB dan KLS jadi tidak berlaku lagi. Padahal dengan sistem KRB kita bisa menggunakan kereta kapan saja dengan membayar setiap bulan," katanya.
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026