Kabupaten Bogor (ANTARA) - Organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) bersama Astagraphia meluncurkan buku foto Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2026 yang memuat karya-karya terbaik jurnalis foto sebagai dokumentasi sejarah visual Indonesia.

Peluncuran buku tersebut dilakukan bertepatan dengan upacara pengumuman APFI 2026 di Auditorium Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Cibinong, Jawa Barat, Jumat.

Ketua Umum PFI Pusat Dwi Pambudo mengatakan buku foto APFI 2026 tidak sekadar menjadi kompilasi karya foto, tetapi juga berfungsi sebagai arsip visual berbagai peristiwa penting di Indonesia dalam setahun terakhir.

“Buku APFI 2026 ini berfungsi sebagai referensi penting bagi dunia jurnalis foto di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, karya-karya yang biasanya hanya muncul sekejap di media massa, kini memiliki usia yang lebih panjang dalam bentuk fisik yang eksklusif,” kata Dwi.

Baca juga: Satu dasawarsa, PFI Bogor gandeng Kreativa Multimedia latih foto jurnalistik

Menurut dia, Astagraphia secara konsisten mendukung pencetakan buku foto karya jurnalis foto PFI sejak 2016 sebagai bentuk apresiasi terhadap karya pewarta foto di tanah air.

Ia menjelaskan buku foto APFI 2026 menampilkan 40 judul foto terbaik hasil seleksi dan kurasi dari berbagai kategori lomba APFI 2026.

“Kami berharap buku ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi jurnalis foto mendatang,” ujarnya.

Dalam proses produksinya, Astagraphia menggunakan teknologi mesin printer skala produksi FUJIFILM Revoria Press PC2120 dengan tinta warna khusus green dan pink untuk menjaga detail dan kualitas visual setiap karya foto.

Baca juga: PFI Bogor gelar pameran "Resolusi" rekam 100 hari kerja bupati

Buku foto APFI 2026 memuat sejumlah karya pemenang APFI 2026 dari berbagai kategori, di antaranya karya Fauzan berjudul “Demonstrasi atas Tewasnya Ojol yang Terlindas Rantis Brimob” yang meraih penghargaan kategori foto spot.

Selain itu, terdapat karya Edwin Putranto berjudul “Desa Hilang Tersapu Banjir” yang menjadi pemenang kategori foto cerita spot.

Dari kategori General News, buku tersebut turut menampilkan karya Umarul Faruq, pewarta foto LKBN ANTARA, berjudul “Evakuasi Jenazah Korban Ponpes Al-Khoziny” serta karya foto cerita “Kidung Sederhana di Tanah Bencana” hasil bidikan Rivan Awal Lingga dari LKBN ANTARA.

Baca juga: Rudy Susmanto pamerkan karya foto PFI Bogor saat open house

Karya lainnya yang dimuat dalam buku APFI 2026 antara lain “Tom Lembong Bebas” karya Jeprima WD dari Tribunnews.com, “The Last Hope” karya Chaideer Mahyuddin dari AFP Biro Jakarta, hingga “Kutukan Marques di Mandalika” karya Adryan Yoga dari Harian Kompas.

Buku tersebut juga memuat karya kategori Citizen berjudul “Cumulonimbus Raksasa Langit Pembawa Bencana” karya Fajar Samsumar.



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026