Bogor (Antara) - Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) mencanangkan gerakan Indonesia Bersih, Sehat Ramah Lingkungan, Rapi dan Indah (BerSeRRI) di Badan Narkotika Nasional, Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Pencanangan Gerakan Indonesia BerSeRRI di BNN ini merupakan rangkaian dari pelaksanaan serta wujud kepedulian SIKIB dalam menyehatkan lingkungan khususnya dikalangan pencandu narkoba yang sedang menjalani rehabilitasi," kata Ketua II SIKIB, Ratna Djoko Suyanto di BNN, Lido, Kamis.

Ratna menjelaskan, tujuan gerakan Indonesia BerSeRRI adalah untuk memotivasi dan memberikan dorongan kepada masyarakat, agar semakin peduli dalam menyehatkan lingkungan melalui upaya bersama dan tindakan nyata.

"SIKIB ikut peduli dan berpartisipasi aktif dalam gerakan Indonesia BerSeRRI yang diawali dari lembaga masing-masing. Budaya bersih perlu dibangun sedari kecil agar bersih itu membudaya," ujarnya.

Sebagai gerakan nasional, lanjut Ratna, pemerintah sebagai regulator melibatkan seluruh pemangku kepentingan baik kementerian atau lembaga pemerintah pusat maupun daerah, perguruan tinggi (PT), lembaga profesi, organisasi masyarakat, pihak terkait dan masyarakat secara umum untuk membudayakan hidup bersih.

"Gerakan Indonesia BerSeRRI harus digalakkan dan dibudayakan, sehingga menjadi bahagian hidup keseharian," ujarnya.

Ratna menyebutkan, ada dua kegiatan yang dilakukan oleh SIKIB di BNN selain pencanangan juga ada diskusi bersama yakni terkait penyalahgunaan narkotika.

Dalam diskusi tersebut menghadirkan pembicara dari Kementerian Kesehatan yakni dr Diah.

dr Diah memaparkan pengaruh narkoba datang dari lingkungan. Peran orang tua untuk menjaga dan mendampingi anak-anak yang terkena narkoba sangat diharapkan guna memulihkan kondisi anak pasca kencanduan.

"Diskusi hari ini sangat menarik sekali. Kita (SIKIB) mendapatkan informasi bahwa jika ada keluarga, anak atau kerabat kita yang kedapatan memakai narkoba itu penindakannya adalah dengan direhabilitasi," kata Ratna.

Ratna menyatakan, SIKIB akan membantu mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat luas untuk tidak ragu merehabilitasi anak, atau keluarganya yang kencanduan narkoba akibat pemakaian.

Menurut Ratna, merehabilitasi para pemakain lebih efektif dalam mencegah peredaran narkoba. Karena jika sekedar ditangkap, tidak ada efek jera.

"Dengan direhabilitasi, pencandu ini melewati proses ia akan tahu rasanya saat kencanduan, ada pengala yang bisa di bagi sehingga bisa membagi informasi dan pengalaman kepada pemakai lainnya agar berhenti menggunakan narkoba," kata Ratna.

Sementara itu, Kepala BNN Anang Iskandar menyambut baik program SIKIB dalam mensosialisasikan kegiatan hidup bersih, sehat, ramah lingkungan, rapi dan indah.

Menurutnya di BNN menggunakan metode rehabilitasi berbasih lingkungan yang dinilai akan membantu proses rehab si pencandu.

"BNN terus berupaya merehabilitasi para pecandu dan pengguna narkoba ini, agar kedepan mereka bisa memiliki masa depan," kata Anang.

Pencanangan Gerakan Indonesia BerSeRRI ditandai dengan penanaman pohon di lingkungan BNN.

Acara dihadiri sejumlah anggota SIKIB dan beberapa mantan pencandu narkoba yang kini menjadi konselor yang membantu penyembuhan para pemakai.

Pewarta: Oleh Laily Rahmawati
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026