Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pihaknya sudah berdiskusi dengan kementerian terkait untuk memastikan anggaran pembangunan dan revitalisasi 441 rumah sakit umum daerah tidak membebani arus kas pemerintah atau defisit APBN.
"Nah, ini yang nanti akan kita replikasi ke 400 apa, ke 441 sisanya tadi, ya. Dan sekarang kita sudah bicara dengan Bappenas, kita bicara juga Kementerian Keuangan, agar benar-benar penganggarannya tidak memberatkan arus kas dari pemerintah dan tidak memberatkan defisit APBN-nya kita," katanya di Jakarta, Jumat.
Dia menyebutkan revitalisasi 441 RSUD untuk melengkapi pembangunan 66 RSUD yang ditargetkan dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
"Ini akan kita bangun rumah sakit-rumah sakit tersebut sehingga seluruh kabupaten/kota nanti standar layanan rumah sakitnya sama," katanya.
Baca juga: Kemenimipas dan Kemenkes gelar pemeriksaan katarak dan CKG sambut HUT RI
Baca juga: Menkes: SATUSEHAT diperbarui, kini tampilkan tren data kesehatan
Selain itu, akan ada renovasi bagi puskesmas-puskesmas yang rusak, di mana pihaknya juga akan melengkapi dengan sarana dan prasarana, seperti listrik, ambulans, dan internet.
"Kita juga akan lengkapi beberapa sarana prasarana seperti listrik, internet, dan ambulans di puskesmas-puskesmas tersebut. Diharapkan di tahun 2029, tadi atau 2030 ya, Pak Presiden kasih targetnya, ini semua sudah harus selesai," katanya.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah siap membangun dan merevitalisasi 441 RSUD untuk memperkuat layanan kesehatan di seluruh Indonesia.
"Kita akan membangun dan merevitalisasi 441 Rumah Sakit Umum Daerah. Setiap dari 514 kabupaten dan kota kita harus memiliki rumah sakit canggih yang bisa menyelamatkan rakyat secepat mungkin," ujarnya dalam penyampaian pengantar atau keterangan pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Gedung MPR RI, Jakarta.
Baca juga: Menkes: Skrining TB dan CKG di 532 lapas pastikan hak warga binaan
Menurut dia, pembangunan dan revitalisasi tersebut bagian dari upaya memastikan setiap kabupaten dan kota memiliki rumah sakit dengan fasilitas kesehatan yang memadai dan mampu memberikan layanan secara cepat kepada masyarakat.
Sebagai tahap awal, pemerintah telah membangun 66 rumah sakit di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dari jumlah tersebut, 22 rumah sakit telah beroperasi.
Prabowo mengatakan rumah sakit tersebut telah dilengkapi berbagai fasilitas dan peralatan medis modern, seperti alat pemeriksaan jantung, CT scan, mamografi, dan USG.
Pewarta: Mecca Yumna Ning PrisieUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.