"Kemacetan di Puncak dan Bopuncur (Bogor-Puncak-Cianjur) tidak bisa dihindari. Tapi yang terpenting anggota ada di jalur tersebut. Tempatkan personel setiap 200 meter,"
Bogor (Antara) - Wakil Kepala Polisi Daerah Jawa Barat, Brigjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengingatkan Kepolisian Resor Bogor untuk bersiap menghadapi arus balik di jalur Puncak dan Ciawi.

Arus mudik tidak berpengaruh besar pada jalur Puncak. Kepadatan jalur Puncak justru terjadi pada arus balik yakni mulai H-2, H-3 hingga H-7, kata Wakapolda usai meninjau Pengamanan di Pos Polisi Gadog, Kabupaten Bogor, Selasa.

Menurut Wakalpoda, Polres Bogor harus melakukan persiapan dalam menghadapi arus balik nanti.

Pada arus balik ada tiga fokus arus yang harus dihadapi para anggota Polisi, yakni dinamika kegiatan halal bihalal warga setempat, dinamika pariwisata serta arus balik mudik lebaran.

"Pada saat arus balik semua fokus arus bergerak bersamaan, sehingga perlu kesiapan yang optimal," kata Wakapolda.

Wakapolda menyebutkan, Polres Bogor harus melakukan pemetaan dan "ploting" penanganan arus di objek wisata Puncak.

"Kemacetan di Puncak dan Bopuncur (Bogor-Puncak-Cianjur) tidak bisa dihindari. Tapi yang terpenting anggota ada di jalur tersebut. Tempatkan personel setiap 200 meter," kata Wakapolda.

Wakapolda juga mengingatkan jajaran Polres Bogor untuk melengkapi data penanganan arus lalu lintas di Puncak, sehingga data tersebut dapat digunakan oleh petugas pada Operasi Ketupat Lodaya di tahun berikutnya.

Sementara itu, Kapolres Bogor, AKBP Asep Syafrudin menyebutkan, jalur Puncak memiliki karakteristik berbeda dengan Pantura.

Menurut Kapolres, hingga H-1 satu lebaran tidak ada peningkatan arus lalu lintas di wilayah Puncak maupun Ciawi.

"Hanya ada hambatan di sekitar Cisarua, yakni kegiatan pasar tumpah. Antisipasi kemacetan dilakukan situasional dengan melakukan penarikan arus, serta sistem satu jalur secara terpenggal," ujar Kapolres.

Pewarta: Oleh Laily Rahmawati
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026