Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendukung pendidikan budaya serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sejak usia dini dibuktikan dengan 34.000 sekolah di seluruh Indonesia terlibat dalam program Adiwiyata.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Atip Latipulhayat memastikan jumlah tersebut akan terus bertambah hingga menyasar seluruh sekolah di Indonesia karena dampak positif program itu. Data Portal Data Kemendikdasmen per 16 Agustus 2026 total satuan pendidikan aktif di Indonesia 555.684 sekolah.

"Kebiasaan yang tumbuh di sekolah akan dibawa murid ke rumah, ke lingkungan tempat tinggalnya, dan kelak ke tempat kerjanya," katanya dalam acara "Tobat Ekologis Menuju Sekolah Adiwiyata" di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin.

Adiwiyata program nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendorong sekolah di Indonesia mewujudkan warga sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, dirintis pada 2006.

Baca juga: Puluhan sekolah di Kabupaten Bekasi ikuti penilaian Adiwiyata 2026

Sebanyak empat komponen utama program Adiwiyata, mulai dari kebijakan berwawasan lingkungan di lingkungan sekolah yang mendukung pelestarian, kurikulum berbasis lingkungan yang diintegrasikan dalam mata pelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, mendorong partisipasi aksi nyawa warga sekolah, hingga pengelolaan sarana ramah lingkungan.

Ia menjelaskan Adiwiyata memberikan banyak manfaat, bahkan 10 sekolah perintis kini telah berkembang dengan menempatkan kepedulian lingkungan sebagai bagian dari kebijakan inti pendidikan melalui empat pilar utama.

"Pilar tersebut mencakup penetapan dimensi keimanan dan ketakwaan terhadap lingkungan dalam standar kompetensi lulusan," kata dia.

Selain itu, dia menambahkan pendekatan pembelajaran mendalam juga diterapkan untuk mengajak para murid belajar langsung dari persoalan nyata di sekitarnya, seperti mengkaji masalah sampah di kantin, penggunaan air, hingga perawatan kebun sekolah.

Baca juga: 10 sekolah di Makassar raih penghargaan Adiwiyata 2025

Pembiasaan karakter juga diperkuat melalui program "Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" serta dorongan menciptakan sekolah yang aman, sehat, rapi, dan indah lewat "Gerakan ASRI".

Aspek sarana prasarana turut menjadi perhatian utama melalui program revitalisasi satuan pendidikan, dengan memprioritaskan penyediaan fasilitas toilet yang layak dan bersih di berbagai daerah.

"Toilet sekolah adalah cerminan peradaban. Sanitasi yang baik adalah aspek pertama Adiwiyata dan juga hak dasar setiap murid," ujarnya.

Ia menekankan kepada setiap kepala daerah agar memasifkan gerakan pertobatan ekologis melalui program sekolah berbudaya lingkungan ini demi mewujudkan masa depan bumi yang berkelanjutan.



Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026