Karawang (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mencatat tingginya pasien dengan keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) terjadi selama beberapa pekan terakhir.

"Kebanyakan pasien ISPA yang kami tangani ini adalah anak-anak," kata Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Karawang, dr MHD Parlindungan, di Karawang, Jumat.

Ia memperkirakan lonjakan kasus ISPA ini terjadi akibat faktor cuaca ekstrem serta kondisi lingkungan yang cukup panas dan berdebu.

“Keadaan cuaca dan lingkungan saat ini udaranya kering dan banyak debu, jadi memudahkan penyebaran virus atau bakteri melalui udara," katanya.

Menurut dia, saat ini kondisi Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Karawang sudah penuh.

Dari total kapasitas 41 bed di IGD sudah terisi karena selama beberapa pekan terakhir cukup tinggi pasien yang datang. Bahkan dalam sehari, jika dirata-ratakan terdapat 55 pasien yang ke IGD RSUD Karawang.

Kebanyakan pasien yang datang ke IGD RSUD Karawang ini didominasi anak-anak, dengan keluhan ISPA.

Disebutkan, dalam sehari kasus penyakit ISPA ini menyumbang sekitar 30 persen dari total kunjungan pasien rumah sakit.

“Saat ini tingkat keterisian untuk ruangan anak itu hampir setiap hari 100 persen penuh. Jadi harus ditangani di IGD," katanya.

Menurut dia, lonjakan kasus ISPA ini sebenarnya tidak hanya terjadi di RSUD Karawang. Sebab RSUD di daerah lain juga dikabarkan mengalami hal serupa, lonjakan pasien dengan keluhan ISPA.

Sementara untuk mengatasi penumpukan di lorong IGD, RSUD Karawang melakukan fleksibilitas atau relaksasi alokasi ruangan. Jadi bangsal perawatan dewasa yang masih menyisakan tempat dialihfungsikan sementara untuk penanganan pasien anak-anak.



Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026