Kabupaten Bogor (ANTARA) - Api di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kembali membesar pada Jumat sekitar pukul 15.30 WIB setelah sempat dikendalikan sehari sebelumnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bogor Yudi Santosa mengatakan kobaran tersebut berasal dari titik api baru, bukan rembetan dari wilayah pengelolaan sampah Kota Bogor.
“Ini titik baru, bukan merembet dari wilayah kota,” kata Yudi di TPA Galuga.
Menurut dia, titik api membesar karena tiupan angin kencang yang awalnya bergerak ke arah barat, kemudian bergeser menuju selatan.
Baca juga: 450 ton sampah Kota Bogor tertahan di dalam truk akibat TPAS Galuga ditutup
“Angin ke arah barat cukup besar dan sekarang bergeser ke arah selatan. Jadi, apinya bergerak ke selatan,” ujarnya.
Sebanyak tujuh unit pemadam kebakaran (damkar) dikerahkan ke lokasi dengan dukungan mobil tangki air dari PDAM dan Dinas PUPR Kabupaten Bogor.
Petugas melakukan pengepungan api dari sisi utara, selatan, dan timur, untuk mencegah kebakaran meluas ke bagian lain kawasan TPA sampah tersebut.
“Kami melakukan pengepungan api dari utara, selatan, dan timur. Api belum dapat dikuasai penuh, tetapi titiknya sudah mulai mengecil,” kata Yudi.
Ia mengaku belum mengetahui luas area yang terbakar akibat munculnya titik api baru tersebut. Petugas masih berfokus mengendalikan kobaran yang bergerak mengikuti arah angin.
Baca juga: Wamen LH targetkan pemadaman TPA Galuga Bogor tuntas paling lama 2 hari
Pada Kamis (10/9) ratusan personel gabungan telah mengendalikan kebakaran utama dan melanjutkan pendinginan. Operasi melibatkan Damkar, BPBD, TNI AD, TNI AU, Polri, PMI, serta sejumlah perangkat daerah kota/kabupaten Bogor.
TNI AU sebelumnya juga mengerahkan helikopter untuk melakukan penyiraman dari udara, sedangkan petugas darat membongkar timbunan sampah menggunakan alat berat dan menyemprot bara yang tersimpan di dalamnya.
Yudi mengimbau masyarakat sekitar tetap waspada dan mendukung proses pemadaman karena kebakaran berpotensi mengganggu pelayanan persampahan serta mata pencaharian warga di sekitar TPA sampah tersebut.
Kebakaran di kawasan TPA Galuga pertama kali terjadi pada Senin (7/9) sekitar pukul 16.00 WIB. Api bermula dari lahan pertanian yang bersebelahan dengan TPA, kemudian merambat ke area pembuangan sampah.
Pewarta: M Fikri SetiawanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.