Kabupaten Bogor (ANTARA) - Tim Damkar dan BPBD Kabupaten Bogor Jawa Barat  mengerahkan ekskavator dan buldoser untuk membongkar timbunan sampah di lokasi kebakaran di TPA Galuga Cibungbulang Kabupaten Bogor sehingga bara di bagian dalam dapat terbuka dan disemprot menggunakan air.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor Yudi Santosa, Kamis mengatakan , Ttik-titik asap di bagian pinggir ditangani secara manual, sedangkan personel pemadam kebakaran dan BPBD difokuskan menangani bara di tengah kawasan TPAS.

Yudi menyebut sejumlah titik di bagian tengah sulit dijangkau selang pemadam. Tim kemudian menggabungkan aliran dari dua mobil pemadam menjadi satu jalur penyemprotan dan membentangkan selang sedikitnya 400 meter.

“Selangnya diperpanjang dan dimaksimalkan sampai minimal 400 meter karena titik api terpantau berada di tengah lokasi TPA,” ujarnya.

Ia juga meminta Dinas Perhubungan dan kepolisian mengatur lalu lintas kendaraan menuju TPAS Galuga agar mobil pemadam, tangki air, alat berat, dan armada pengangkut sampah dapat bergerak tanpa hambatan.

Pada awal penanganan, kepadatan lalu lintas sempat membuat kendaraan pemadam kesulitan memasuki kawasan TPAS secara aman dan lancar.

Kebakaran di kawasan TPAS Galuga terjadi sejak Senin (7/9) sekitar pukul 16.00 WIB. Tim gabungan masih melakukan pembongkaran timbunan dan penyemprotan untuk mencegah bara kembali memicu api.

Pemadaman di tempat pembuangan sampah memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dibandingkan kebakaran di lokasi biasa.

Menurut dia, api yang membakar timbunan sampah selama lebih dari 12 jam dapat berubah menjadi bara dan tersimpan di bagian dalam meski tidak terlihat dari permukaan.

“Memasuki hari keempat, api di dalam timbunan sudah menjadi bara. Ketika sampah dibalik, muncul api,” kata Yudi.

Ia menjelaskan asap yang masih muncul dari timbunan tidak seluruhnya menunjukkan keberadaan api. Petugas terlebih dahulu memetakan asap yang masih berpotensi memunculkan api dan asap yang tidak lagi mengandung bara.



Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor : Syarif Abdullah

COPYRIGHT © ANTARA 2026