Kuala Lumpur (ANTARA) - Otoritas Malaysia mencari pelaku penghina Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim, yang memfitnah dan melecehkan Raja menggunakan kecerdasan buatan dan diunggah di media TikTok.
Seperti dilaporkan BERNAMA, Kantor Media dan Komunikasi Keluarga Kerajaan Johor atau Royal Press Office dalam pernyataannya telah meminta dilakukan tindakan tegas terhadap pelaku pemilik akun TikTok yang mencemarkan nama baik dan menghina Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim.
Royal Press Office menginformasikan bahwa akun yang dimaksud menggunakan nama "Sultan Ibrahim Ismail" dan terdeteksi menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk menyebarkan konten yang menghina Raja.
Baca juga: Sultan Ibrahim akan tindak tegas siapapun pelaku korupsi di Malaysia
Baca juga: PM Anwar Ibrahim mendampingi Raja Malaysia dalam prapertemuan dengan Majelis Raja-Raja
Baca juga: Presiden Prabowo terima penghargaan dari Raja Malaysia
Di antara konten yang diunggah terdapat sebuah video yang memfitnah Raja Malaysia, dengan menyebut Sultan Ibrahim senang mengonsumsi daging non-halal.
"Royal Press Office juga mengecam atas adanya gambar lain di akun tersebut yang menunjukkan wajah Raja Malaysia yang ditempelkan pada tubuh seekor hewan, yang jelas-jelas menghina dan tidak bertanggung jawab," demikian pernyataan Royal Press Office.
Royal Press Office menyatakan bahwa tindakan itu merupakan penghinaan yang sangat serius terhadap lembaga kerajaan kemudian meminta Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Pewarta: Rangga Pandu Asmara JinggaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026