Istanbul (ANTARA) - Pasukan Israel telah mencegat sedikitnya 40 dari 54 kapal yang ikut konvoi pelayaran kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) hingga Selasa.

Pasukan angkatan darat Israel telah menahan sekitar 300 aktivis kemanusiaan, menurut laporan di situs berita Walla yang mengutip sumber keamanan yang tak disebutkan namanya.

Laporan itu menambahkan angkatan laut Israel masih belum mencegat semua kapal yang tergabung dalam konvoi kemanusiaan GSF. Masih ada kapal-kapal yang lolos dari pasukan Israel sehingga bisa berlayar di laut lepas.

Pasukan zionis Israel melancarkan serangan terhadap flotilla bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza di perairan internasional pada Senin (18/5), sehingga memicu kecaman luas dari dunia.

Baca juga: Protes pro-Palestina di Italia memanas usai pasukan Israel cegat kapal Global Sumud Flotilla ke Gaza
Baca juga: Relawan Sumud Nusantara Malaysia dikabarkan diculik tentara Israel

Dengan diikuti 54 kapal, konvoi pelayaran tersebut memulai perjalanannya pada Kamis (14/5) dari kawasan Marmaris di Turki untuk menerobos blokade Israel terhadap Jalur Gaza yang dilakukan zionis sejak 2007.

Serangan terhadap konvoi pelayaran kemanusiaan itu bukan yang pertama kali dilakukan Israel.

Pada April lalu, pasukan Israel menyerang kapal-kapal flotilla di perairan internasional di dekat Pulau Kreta di Yunani. Konvoi pelayaran kemanusiaan kala itu mencakup 345 relawan dari 39 negara, termasuk Turki.

Pasukan Israel kemudian merampas 21 kapal yang membawa sekitar 175 aktivis, sementara kapal sisanya dapat melanjutkan perjalanan ke laut teritorial Yunani.

Baca juga: Global Sumud Flotilla bertolak dari Pulau Kreta, layari leg terakhir menuju Gaza

Israel kemudian melepaskan semua aktivis di perairan internasional, tetapi dengan tetap menahan dua aktivis asal Spanyol dan Brasil di pusat penahanan sebelum deportasi.

Sekitar 2,4 juta warga Palestina, termasuk sekira 1,5 juta pengungsi, hidup dalam kondisi memprihatinkan di Gaza yang diperburuk dengan agresi genosida oleh zionis selama dua tahun terakhir.

Agresi tersebut menyebabkan lebih dari 72.700 orang meninggal dunia dan lebih dari 172.700 orang mengalami cedera, di mana sebagian besarnya adalah wanita dan anak-anak, serta memicu bencana kelaparan yang parah.

Sumber: Anadolu



Pewarta: Nabil Ihsan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026