Hamilton (ANTARA) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak pembebasan dua aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan oleh Israel ketika menjalankan misi kemanusiaan ke Gaza.

Seruan PBB itu disampaikan setelah pengadilan Israel memutuskan memperpanjang masa penahanan Thiago de Avila asal Brazil dan aktivis Spanyol keturunan Palestina, Saif Abukeshek.

"Mereka harus dibebaskan," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric dalam konferensi pers, Selasa (5/5), ketika ditanya tentang penahanan para aktivis tersebut.

Namun, ia tidak memberikan komentar lebih lanjut tentang penahanan keduanya

Baca juga: Sempat dihadang Israel, konvoi Global Sumud Flotilla lanjutkan pelayaran ke Gaza
Baca juga: Relawan Malaysia dalam misi Global Sumud Flotilla yang ditahan Israel tiba di Kuala Lumpur
Baca juga: Aktivis kapal bantuan Gaza alami perlakuan buruk di tahanan Israel

Pasukan Israel menyerang armada Global Sumud pada 30 April di dekat pulau Kreta, Yunani, sekitar 600 mil laut dari wilayah Gaza yang diblokade.

Adalah, sebuah kelompok advokasi Israel untuk warga Palestina di dalam Israel, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diperoleh Anadolu bahwa para aktivis akan tetap ditahan hingga 10 Mei.

Pengacara para aktivis menekankan selama persidangan bahwa "tuduhan terhadap mereka tidak berdasar” dan terus menahan keduanya adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan secara hukum.

Adalah mengatakan bahwa de Avila dan Abukeshek menerima "ancaman kematian" di penjara-penjara Israel, tempat mereka ditahan dalam isolasi total di bawah terang lampu terus menerus selama 24 jam sehari.

 

Sumber: Anadolu

 



Pewarta: Yashinta Difa
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026