Depok (ANTARA) - Tradisi Pasar Pengabisan yang digelar dalam rangkaian Lebaran Depok 2026, menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya masyarakat Depok tempo dulu sekaligus mengenalkan sejarah tradisi menjelang Hari Raya Idul Fitri kepada generasi muda.
Hal tersebut dikatakan Sekretaris Umum Kumpulan Orang-Orang Depok (KOOD) Berbudaya, Nina Suzana di Depok, Sabtu.
Ia menjelaskan Pasar Pengabisan merupakan tradisi masyarakat Depok pada masa lalu untuk membeli berbagai kebutuhan terakhir sebelum Idul Fitri.
Baca juga: Gelaran Lebaran Depok 2026 merupakan ajang yang cerminkan kebersamaan bagi semua
Baca juga: Dekranasda dorong produk UMKM dapat naik kelas melalui Lebaran Depok 2026
Menurutnya, masyarakat tempo dulu memiliki kebiasaan mempersiapkan Lebaran secara bertahap mulai dari ngubek empang, mencuci perabotan, hingga berbelanja kebutuhan hari raya di pasar terakhir sebelum Lebaran.
“Kalau emak-emak usia 50 tahun ke atas pasti masih mengalami masa itu. Orang tua kita dulu sudah sibuk mempersiapkan Idul Fitri dari mulai ngubek empang, nyuci perabotan, sampai beli baju buat anak-anaknya,” ujarnya.
Ia mengatakan tradisi Pasar Pengabisan muncul karena pada masa itu pasar biasanya tutup selama dua hingga tiga hari saat Hari Raya Idul fitri. Masyarakat pun memanfaatkan kesempatan terakhir untuk membeli berbagai kebutuhan rumah tangga maupun perlengkapan Lebaran.
“Makanya ada yang namanya pasar pengabisan atau pasar terakhir menjelang Idul fitri. Di situlah orang tua kita membeli kebutuhan Lebaran,” katanya.
Baca juga: PWI Kota Depok hadirkan harmoni musik di Lebaran Depok 2026
Tidak hanya membeli bahan makanan, para orang tua pada masa itu juga biasanya membeli pakaian baru untuk anak-anak mereka agar dapat dikenakan selama hari raya.
“Biasanya ibu-ibu beli baju buat anaknya satu atau dua setel buat gantian dipakai hari pertama dan kedua Lebaran. Kalau cuma satu, besok dipakai lagi bajunya,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan selain pakaian, masyarakat juga membeli berbagai kebutuhan khas Lebaran seperti ketupat, sayur-mayur, hingga lauk pauk. Bahkan, sebagian bahan pangan diperoleh dari hasil ngubek empang yang menjadi tradisi masyarakat Depok.
Melalui Lebaran Depok 2026 yang digelar 5-9 Mei 2026, tradisi tersebut kembali diangkat agar masyarakat, khususnya generasi muda, memahami sejarah dan budaya masyarakat Depok tempo dulu.
“Di Lebaran Depok ini kita angkat kembali supaya anak cucu kita paham bahwa ini bagian dari tradisi dan budaya kita,” ujarnya.
Pewarta: Feru LantaraUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026