Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi XII DPR RI, Shanty Alda Nathalia, menyoroti kenaikan harga BBM non-subsidi yang mulai menekan sektor produktif dan berpotensi berdampak luas terhadap perekonomian nasional.

Dalam fungsi pengawasan DPR RI, Shanty menilai tren kenaikan harga energi tersebut tidak hanya membebani pelaku usaha, tetapi juga mulai mengganggu aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

“Dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan DPR RI, kami mencermati kenaikan harga BBM non-subsidi yang menunjukkan tren signifikan dan mulai memberikan tekanan langsung terhadap biaya energi di berbagai sektor produktif,” ujar Shanty.

Ia menjelaskan, dampak kenaikan harga BBM non-subsidi telah dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya di sektor perikanan yang sangat bergantung pada biaya bahan bakar.

Salah satu contoh terjadi di Pelabuhan Perikanan Nusantara Tegalsari, Kota Tegal, di mana sejumlah nelayan terpaksa menghentikan aktivitas melaut akibat tingginya biaya operasional.

“Kondisi ini sudah terlihat nyata di Pelabuhan Perikanan Nusantara Tegalsari, Kota Tegal, di mana nelayan terpaksa menghentikan aktivitas melaut karena terkendala harga solar non-subsidi yang mencapai sekitar Rp30.000 per liter,” katanya.

Menurut dia, lonjakan biaya tersebut membuat kegiatan melaut tidak lagi ekonomis sehingga berdampak pada terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Shanty menegaskan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan efek berantai terhadap perekonomian nasional, terutama melalui jalur distribusi dan harga komoditas.

“Kami menekankan perlunya kewaspadaan terhadap potensi multiplier effect terhadap ekonomi nasional, mengingat tekanan biaya energi dapat menjalar ke rantai pasok, mendorong kenaikan harga komoditas, serta berdampak pada inflasi dan daya beli masyarakat,” ujarnya.

Ia mendorong pemerintah dan pemangku kepentingan untuk segera mengambil langkah antisipatif guna menjaga stabilitas harga dan memastikan keberlangsungan aktivitas sektor produktif.

Selain itu, Shanty juga menekankan pentingnya kebijakan yang adaptif dan responsif terhadap dinamika harga energi global agar dampaknya terhadap masyarakat dan pelaku usaha dapat diminimalisir.


 

 



Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026