Kupang (ANTARA) - Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur bersama Arafura and Timor Seas Ecosystem Action (ATSEA) memperkuat kerja sama dalam hal penguatan riset konservasi dugong dan ekosistem lamun di kawasan Laut Arafura dan Timor.

Wakil Rektor Bidang Akademik Undana Prof.  Annytha I.R. Detha, di Kupang, Rabu mengatakan Undana siap mendukung kolaborasi tersebut melalui penyediaan sumber daya manusia, fasilitas laboratorium, hingga pelibatan mahasiswa dalam riset lapangan.

“Undana memiliki potensi besar dalam pengembangan riset kelautan berbasis wilayah kepulauan," katanya.

Dia mengatakan kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi berlanjut pada implementasi nyata yang memberikan dampak ekologis dan ekonomi bagi masyarakat pesisir di NTT.

Baca juga: Universitas Nusa Cendana jadi wakil tunggal RI Ikuti diklat panas bumi di Selandia Baru
Baca juga: Rektor Undana Kupang ingatkan mahasiswa KKN utamakan empati ke masyarakat

Ia menjelaskan kerja sama yang dijajaki mencakup pelaksanaan focus group discussion (FGD), survei lapangan di wilayah Nusa Tenggara Timur, serta penguatan koordinasi dengan kementerian terkait.

Menurut dia, kawasan Laut Arafura dan Timor memiliki nilai strategis karena menjadi habitat berbagai biota laut penting, termasuk dugong yang populasinya perlu terus dijaga melalui kebijakan berbasis data ilmiah.

Pihak ATSEA memandang Undana sebagai mitra kunci di wilayah timur Indonesia, karena kawasan Laut Arafura dan Timor memiliki nilai biodiversitas yang tinggi namun rentan, sehingga membutuhkan dukungan data ilmiah dari akademisi lokal untuk memperkuat kebijakan konservasi regional.

“Kami melihat Undana memiliki kapasitas yang mumpuni untuk mendukung riset dan upaya pelestarian ekosistem laut. Kerja sama ini adalah bagian dari upaya memperkuat kolaborasi regional antara Indonesia, Australia, Papua Nugini, dan Timor Leste,” ungkap perwakilan ATSEA," kata Direktur Eksekutif Interim ATSEA Dr. Handoko Adi Susanto,

Baca juga: Undana ingin perpanjang durasi pertukaran mahasiswa internasional

Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Undana Yefry C. Adoe mengatakan kedua pihak saat ini tengah mematangkan dokumen formal berupa Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA).

Ia menambahkan penandatanganan dokumen kerja sama tersebut ditargetkan dapat dilakukan pada Mei 2026 setelah finalisasi poin-poin kesepakatan.

Kerja sama itu dinilai sejalan dengan visi Undana menuju universitas kelas dunia berbasis keunggulan lahan kering kepulauan, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pelestarian ekosistem laut kawasan selatan Indonesia.



Pewarta: Kornelis Kaha
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026