Mataram (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hari tanpa hujan terpanjang di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) terjadi di daerah Lape, Kabupaten Sumbawa, dengan durasi selama 26 hari yang menjadi sinyal musim kemarau.
Prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG NTB Suci Agustiarini mengatakan beberapa wilayah NTB saat ini telah memasuki periode musim kemarau dan sebagian lagi masih dalam periode transisi.
"Hari tanpa hujan selama 26 hari ketika kemarau merupakan hal yang wajar di NTB, termasuk di Kecamatan Lape," ujarnya saat dihubungi di Mataram, Selasa.
Suci menjelaskan musim kemarau datang dari timur, sehingga wilayah pesisir timur di Lombok, Sumbawa, dan Bima secara umum lebih cepat masuk periode kering.
Baca juga: Curah hujan di NTB menurun dalam sepekan ke depan
Meski Kecamatan Lape terletak di Kabupaten Sumbawa, namun kecamatan itu juga merupakan bagian dari daerah pesisir timur.
Pada dasarian II April 2026, NTB didominasi hujan kategori rendah hingga menengah dengan sifat hujan secara umum berada di bawah normal.
"Hampir sebagian wilayah NTB sudah masuk musim kemarau, termasuk wilayah Lombok barat bagian selatan, sebagian lombok utara, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, Kota Bima, dan Bima," kata Suci.
Selain Lape yang mengalami hari tanpa hujan paling panjang di NTB, BMKG juga mencatat ada beberapa wilayah yang mengalami hari tanpa hujan kategori menengah dalam rentang 11 sampai 20 hari.
Baca juga: BMKG sebut musim kemarau di NTB mulai April 2026
Daerah yang masuk hari tanpa hutan kategori menengah tersebut adalah Sambelia dan Jerowaru di Lombok Timur; Sekotong dan Gedung di Lombok Barat; Plampang dan Empang di Sumbawa; Wowo, Bolo, dan Soromandi di Bima.
Adapun wilayah yang paling banyak terdapat hari tanpa hujan kategori menengah adalah Lombok Tengah meliputi Praya, Praya Tengah, Praya Barat, Pujut, Janapria, Batukliang, Jonggat, dan Praya Timur.
"Kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan hujan yang masih terjadi guna mengantisipasi kekeringan yang sering terjadi saat musim kemarau," pungkas Suci.
Pewarta: Sugiharto PurnamaUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026