Kota Bandung (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kota Bandung melakukan pengkajian terkait populasi ikan sapu-sapu di sejumlah sungai guna memastikan apakah spesies tersebut telah menjadi hama atau belum.

“Sejauh ini kita akan lakukan penelitian lebih lanjut. Kita tidak bisa langsung menyimpulkan tanpa pendalaman yang lebih menyeluruh soal populasi ikan sapu-sapu,” kata Kepala Bidang Perikanan DKPP Kota Bandung Nanang Zulkarnaen di Bandung, Senin.

Nanang menjelaskan ke depan pihaknya akan melakukan koordinasi lintas sektor dengan sejumlah instansi terkait untuk mengkaji dampak keberadaan ikan sapu-sapu terhadap ekosistem perairan.

Baca juga: Wow, 6,98 ton ikan sapu-sapu di DKI ditangkap
Baca juga: Tak hanya ikan, telur sapu-sapu juga jadi target pembersihan di Jakpus setiap Jumat pagi

“Langkah paling cepat adalah berkoordinasi dengan instansi terkait, karena ini bersifat lintas sektor,” katanya.

Ia menambahkan kajian tersebut juga dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi lonjakan populasi seperti yang dilaporkan di wilayah lain, termasuk Jakarta.

Namun demikian, karakteristik sungai di Bandung dinilai berbeda, karena berada di wilayah tengah aliran, sehingga ikan sapu-sapu cenderung terbawa ke hilir dan tidak menumpuk.

“Bandung bukan wilayah muara seperti Jakarta, sehingga potensi penumpukan relatif lebih kecil, tapi tetap perlu dikaji,” ujarnya.

Baca juga: Gubernur DKI berencana bentuk PJLP khusus tangani ikan sapu-sapu

Lebih lanjut, Nanang mengingatkan masyarakat agar berhati-hati mengonsumsi ikan sapu-sapu yang ditangkap di sungai, karena karakteristiknya sebagai pemakan segala (omnivora) berpotensi membawa zat yang berbahaya.

“Ada kekhawatiran terkait kandungan logam berat dari lingkungan tempat hidupnya, sehingga untuk konsumsi saat ini tidak terlalu disarankan,” katanya.



Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026