Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu secara serentak di 10 kecamatan sebagai langkah konkret menjaga keseimbangan ekosistem sungai sekaligus melindungi kesehatan masyarakat.

"Kegiatan operasi penangkapan ikan sapu-sapu ini merupakan bagian dari gerakan terpadu di tingkat Provinsi DKI Jakarta dalam merespons meningkatnya populasi ikan sapu-sapu yang kini menjadi sorotan publik," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, dan dilaksanakan secara hybrid di sejumlah titik perairan lainnya.

Menurut Munjirin, lonjakan populasi ikan sapu-sapu di aliran sungai tidak bisa dianggap sepele, karena selain berpotensi merusak habitat alami perairan, ikan tersebut juga dinilai membahayakan apabila dikonsumsi oleh masyarakat.

Baca juga: Pramono instruksikan pembersihan ikan sapu-sapu di seluruh wilayah DKI Jakarta

"Keberadaan ikan sapu-sapu ini tidak hanya mengganggu keseimbangan ekosistem sungai, tetapi juga dapat menimbulkan risiko kesehatan karena kandungan bakteri dan logam berat di dalam tubuhnya," terang Munjirin.

Lebih lanjut, dia menjelaskan operasi penangkapan itu merupakan salah satu upaya strategis untuk mengendalikan populasi ikan invasif tersebut.

Dengan pengendalian yang terukur, maka diharapkan kualitas lingkungan perairan di Jakarta Timur tetap terjaga dan kehidupan masyarakat lebih sehat.

Pelaksanaan operasi tersebut dilakukan secara serentak di 10 kecamatan dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah dan masyarakat. Di Kecamatan Kramat Jati, kegiatan dipusatkan di lokasi Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung sebagai titik utama.

Sementara itu, di Kecamatan Matraman, kegiatan berlangsung di Pintu Air Gunung Antang, RW 9, Kelurahan Palmeriam. Di Kecamatan Duren Sawit, kegiatan dipusatkan di Kali Buaran II, sementara di Kecamatan Cakung, penangkapan ikan itu berlangsung di kawasan Perumahan Rokem, Tambun Rengas.

Lalu, di Kecamatan Jatinegara, operasi digelar di Rumah Pompa Air BC Sudin Sumber Daya Air, Kelurahan Bidara Cina. Kemudian, di Kecamatan Cipayung, operasi berlangsung di Waduk Cilangkap 2 Agrowisata, RW 1, Kelurahan Cilangkap.

Selanjutnya, di Kecamatan Pasar Rebo, kegiatan terpusat di Irigasi Setu Pedongkelan, Kelurahan Pekayon. Lalu, di Kecamatan Ciracas, kegiatan dilaksanakan di Kali Cipinang, RT 4 RW 3, Kelurahan Rambutan, sedangkan di Kecamatan Pulo Gadung, operasi penangkapan terpusat di Kali Pasadenia, Jalan Pacuan Kuda, Kelurahan Kayu Putih.

Selain itu, di Kecamatan Makasar, operasi penangkapan ikan sapu-sapu dilaksanakan di Kali Sunter Sipon Kalimalang, tepatnya di Jalan Pintu Air, Kelurahan Cipinang Melayu.

Munjirin juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Dia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, perangkat wilayah, serta masyarakat dalam menjaga lingkungan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), jajaran SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), para camat dan lurah, serta masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini," ucap Munjirin.

Dia menilai keterlibatan berbagai pihak menjadi faktor kunci dalam memastikan keberhasilan program pengendalian ikan sapu-sapu, yang tidak hanya sebatas kegiatan penangkapan, tetapi juga sebagai bagian dari edukasi lingkungan kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Munjirin mengajak masyarakat dan komunitas lingkungan untuk terus berperan aktif dalam menjaga kelestarian sungai.

Dia berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga sumber daya perairan.

"Melalui kegiatan ini, kita ingin menumbuhkan kesadaran bersama bahwa sungai harus dijaga kebersihan dan kelestariannya. Dengan begitu, sungai dapat terus memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat," ujar Munjirin.

Menurut dia, sungai yang bersih dan sehat tidak hanya mendukung kualitas lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas hidup warga Jakarta secara keseluruhan.

Pemerintah Kota Jakarta Timur pun berkomitmen untuk terus melanjutkan program pengendalian ikan sapu-sapu secara berkelanjutan. Evaluasi dan pemantauan akan dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas program tersebut dalam jangka panjang.

Di sisi lain, kegiatan penangkapan itu turut menjadi bagian dari upaya mendukung program besar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Pengendalian spesies invasif, seperti ikan sapu-sapu, kata Munjirin, menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan.

Dengan adanya operasi serentak itu, diharapkan populasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta Timur dapat ditekan secara signifikan.

Di samping itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

"Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar bagi lingkungan dan warga Jakarta Timur, serta menjadi langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan ekosistem sungai kita," ungkap Munjirin. 



Pewarta: Siti Nurhaliza
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026