Jakarta (ANTARA) - Menjelang Hari Kesehatan Sedunia yang jatuh pada 7 April 2026, PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL) menegaskan kembali perannya sebagai mitra strategis dalam transformasi sistem kesehatan nasional.

"Mengusung visi besar untuk mendukung "Indonesia Emas 2045", APL mengintegrasikan keahlian global dengan kapabilitas operasional lokal yang mumpuni demi menciptakan akses layanan kesehatan yang lebih luas, tangguh, dan inklusif," kata Direktur Utama PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL), Christophe Piganiol dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Dia menekankan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada distribusi, tetapi juga menjadi penghubung krusial antara inovasi medis global dengan kebutuhan spesifik di lapangan.

"Kami percaya bahwa setiap warga Indonesia berhak mendapatkan akses yang setara terhadap layanan kesehatan berkualitas. Di Indonesia, hal ini berarti upaya kolaboratif untuk memperkuat rantai pasok, memperluas akses terhadap inovasi medis, serta bekerja sama dengan mitra di seluruh ekosistem kesehatan," ujar Christophe.

Ia menambahkan bahwa APL berkomitmen membawa standar praktik terbaik internasional ke Indonesia agar masyarakat mendapatkan hasil perawatan yang lebih baik, sekaligus mendukung efisiensi distribusi hingga ke daerah terpencil.

APL terus melakukan modernisasi infrastruktur untuk menjawab tantangan geografis Indonesia. Melalui National Distribution Center (NDC) yang didukung teknologi digital canggih, APL memastikan visibilitas suhu secara real-time dan pengelolaan stok yang presisi.

Teknologi cold chain (rantai dingin) mutakhir, seperti eZCooler, menjadi pilar utama dalam menjaga integritas produk farmasi, mulai dari vaksin hingga obat-obatan sensitif suhu lainnya, hingga sampai ke tangan pasien di titik pengiriman terakhir.

Standar Good Distribution Practice (GDP) dan sertifikasi ISO 9001:2015 juga diterapkan secara ketat sebagai bentuk komitmen terhadap keunggulan operasional.

Transformasi kesehatan yang dijalankan APL tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh aspek literasi dan sosial. Sepanjang tahun 2025, APL telah mencatatkan berbagai pencapaian signifikan yang mencakup peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan bagi lebih dari 22.000 tenaga kesehatan terkait penyakit tidak menular dan inovasi pengobatan terbaru.

Selain itu menjalankan lebih dari 68 program akses kesehatan yang mencakup inisiatif vaksinasi dan pemeriksaan bagi ribuan penerima manfaat.

Lebih lanjut melakukan literasi sejak dini melalui program "APL Mengajar", perusahaan menjangkau lebih dari 2.700 siswa untuk memberikan edukasi tentang kesehatan, gizi, dan kebersihan.

APL juga menyambut baik capaian program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang kini menjangkau lebih dari 98 persen populasi. Menanggapi tantangan penyakit tidak menular (seperti kardiovaskular, diabetes, dan onkologi), APL memposisikan diri sebagai mitra edukasi yang aktif bagi seluruh pemangku kepentingan.

"Kami melihat transformasi kesehatan sebagai proses jangka panjang. Melalui kemitraan lintas sektor dan penguatan kapasitas yang berkelanjutan, kami berupaya membangun ekosistem kesehatan yang lebih terhubung dan tangguh, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045," pungkas Christophe.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026