Jakarta (ANTARA) - Pengamat transportasi dari Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal, Anton Budiharjo, mengatakan teknologi Multi Lane Free Flow (MLFF) dapat secara signifikan mengatasi kemacetan akibat antrian top up e-money di gerbang toll.


MLFF atau  teknologi toll nirhenti nirsentuh itu dapat menghilangkan transaksi di toll gate atau pintu toll.

“Pada sistem konvensional yang berbasis kartu seperti saat ini menggunakan e-toll, kita harus berhenti tap in untuk melakukan transaksi . Sehingga setiap kendaraan memerlukan waktu layanan kurang lebih 4-5 detik dan akan meningkat drastis jika terjadi saldo kurang,“ kata Anton dalam keterangannya, Minggu.

Problem saldo e-money yang tidak mencukupi ini seringkali memicu intervensi petugas jalan toll untuk membantu top up. Akibatnya variabilitas waktu layanan ini menjadi penyebab utama terbentuknya antrean panjang.

“Teknologi MLFF mengubah mekanisme tap in ini dengan menerapkan sistem pembayaran nirsentuh dan nir henti. Jadi   kendaraan dapat melaju bebas (free flow) tanpa ada hambatan seperti pada  metode pembayaran tap in dengan menggunakan e-money,” tambahnya.

Selain itu, transaksi MLFF juga dilakukan secara otomatis melalui teknologi seperti Global Navigation Satellite System (GNSS), Radio Frequency Identification (RFID) , ataupun Automatic Number Plate Recognition (ANPR) yang terhubung ke sistem back end. Dengan demikian tidak ada lagi proses tap kartu nantinya  ketika MLFF diberlakukan.

“Jadi benar-benar menghilangkan antrean di pelataran tol dan meningkatkan kelancaran arus lalu lintas, khususnya pada masa arus mudik maupun arus balik yang volumenya sangat tinggi,” jelas Anton.

Dampaknya, waktu layanan per kendaraan mendekati nol karena tidak ada lagi barrier dan tidak ada proses tap in. Secara keseluruhan, MLFF dapat menghilangkan sumber masalah tersebut dengan mengubah sistem transaksi menjadi lebih lancar (free flow).

Sebelumnya, Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono  mengatakan berdasarkan evaluasi H-10 sampai dengan H+1 libur Hari Raya Idul Fitri 1447H/2026 atau pada periode 11-22 Maret 2026, terdapat 21 ribu kendaraan dengan saldo e-toll kurang di Gerbang Toll Kalikangkung Jalan Tol Batang -Semarang dan melakukan top up e-toll di gerbang toll tesebut.

Jumlah tersebut merupakan 4,9 persen dari total 442 ribu kendaraan yang melakukan transaksi di GT Kalikangkung pada periode yang sama.

“Dengan saldo e-toll kurang yang berdampak pada tingginya aktivitas top up di gerbang tol, maka akan mengakibatkan waktu penundaan yang cukup signifikan dan mengakibatkan antrean di gerbang tol,” ujar Rivan.

Kondisi serupa berpotensi kembali terjadi pada arus balik, khususnya di GT Cikampek Utama. Oleh karena itu, Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi perjalanan arus balik dengan memastikan kecukupan saldo e-toll sebelum memasuki jalan tol guna menghindari antrean kendaraan dan menjaga kelancaran arus lalu lintas.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, proyek MLFF pada dasarnya tetap berjalan meskipun sebelumnya sempat menghadapi sejumlah persoalan yang perlu diselesaikan bersama berbagai pihak terkait.



Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026