Badung (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan masih ada daerah wisata yang belum mendapat sinyal internet di Bali.
Meutya mengungkapkan hal itu di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Selasa, setelah mendengar langsung keluhan wisatawan yang memanfaatkan libur panjang Nyepi dan Idul Fitri di Pulau Dewata.
“Tadi memang ada masukan yang cukup berharga yaitu tidak hanya kenaikan frekuensi komunikasi yang membuat jaringan internet sedikit melambat, tapi ada daerah-daerah di Bali ini yang memang belum ada sinyal,” kata dia.
Adapun daerah wisata yang dimaksud adalah Nusa Penida, sebuah daratan terpisah di Kabupaten Klungkung, yang diperkirakan kesulitan jaringan internet akibat kontur wilayah yang perlu mendapat perhatian perusahaan operator seluler.
“Jadi tadi memang banyak masukan itu, ada beberapa wilayah wisata yang memang belum ada sinyal, di Nusa Penida sebagai contoh sementara Nusa Lembongan bagus,” ujarnya.
“Jadi bukan karena kemacetan dari lalu lintas trafik operator seluler, tapi lebih kepada ada beberapa titik wisata yang memang dirasa perlu ditingkatkan juga untuk apa sambungan konektivitasnya,” sambung Menkomdigi.
Berdasarkan aduan wisatawan asal Yogyakarta yang ditemui di bandara, operator yang mengalami gangguan tersebut adalah Telkomsel.
Menteri langsung menyampaikan ke pihak operator seluler dan disanggupi untuk perbaikan.
"Dalam dua minggu ke depan diperbaiki, bagus, jadi mudah-mudahan nanti liburan anak-anak sekolah sudah lebih lancar,” ucapnya.
Meski masih terdapat daerah wisata yang belum dapat sinyal, secara umum kecepatan jaringan internet di Bali selama Posko Bersama Ramadhan dan Idul Fitri (Rafi) 2026 yaitu 13-24 Maret ini rata-rata 105 Mbps, melampaui kecepatan nasional.
Baca juga: Plan International Indonesia dukung penerbitan Permen Komdigi 9/2026
Menkomdigi tetap ingin memastikan konektivitas selama arus Lebaran terjaga, sehingga ia membuka kesempatan masyarakat membuat aduan di 500 Posko Bersama Rafi 2026 yang tersebar di seluruh Indonesia.
Termasuk menerima aduan langsung ketika berkunjung ke titik-titik vital seperti Bandara I Gusti Ngurah Rai.
“Keluhan-keluhan yang masuk baik tadi yang kita terima secara langsung maupun yang melalui posko kurang lebih 90-an persen langsung ditangani,” ucapnya.
Salah satu wisatawan yang diajak berkomunikasi oleh Menteri Meutya bernama Nia Adani (27) yang berlibur bersama dua temannya turut berbagi cerita.
Baca juga: Mendidik generasi digital tanpa kehilangan arah belajar
Ia merasa selama delapan hari di Bali tak pernah mengalami gangguan konektivitas sehingga komunikasinya dengan keluarga di Yogyakarta cenderung aman, namun gangguan jaringan internet sempat dirasakan temannya.
“Di Bali sinyalnya aman untuk saya, sejak tanggal 17 sudah disini dan lancar padahal saya keliling seperti Canggu, Ubud, Uluwatu, dan Nusa Lembongan, tapi ada teman yang kesulitan sedikit di Nusa Penida,” kata dia.
Pewarta: Ni Putu Putri MuliantariEditor : Heri Sutarman
COPYRIGHT © ANTARA 2026