Jakarta (ANTARA) - Sejumlah pemudik menilai kehadiran arena bermain anak di Stasiun Gambir membantu meningkatkan kenyamanan selama menunggu keberangkatan kereta, khususnya bagi penumpang yang membawa balita.
Salah satu pemudik, Naura, yang hendak menuju Yogyakarta bersama anaknya yang berusia dua tahun, mengaku fasilitas tersebut membuat anaknya tidak mudah bosan saat berada di stasiun.
“Bagus, anak jadi enggak bosan. Ada sepeda sama buku, jadi lebih nyaman,” ujarnya saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta, Kamis.
Naura mengatakan tiba di Stasiun Gambir pada pukul 10.00 WIB dan berangkat menuju Yogyakarta pukul 14.00 WIB. Ia mengaku sudah dua kali menggunakan layanan kereta api untuk perjalanan mudik.
Menurut dia, keberadaan fasilitas bermain anak di ruang tunggu itu menjadi nilai tambah, terutama bagi orang tua yang membawa anak kecil dalam perjalanan jarak menengah hingga jauh.
Dengan adanya sarana tersebut, anak-anak dapat tetap aktif dan terhibur selama menunggu waktu keberangkatan, sehingga orang tua juga merasa lebih tenang.
Sejumlah fasilitas yang tersedia di arena bermain antara lain permainan sederhana, seperti sepeda kecil dan buku bacaan anak.
Hal senada disampaikan pula oleh pemudik lainnya, Adelia. Dia menilai keberadaan arena bermain membantu menjaga suasana hati anak selama menunggu keberangkatan.
Baca juga: H-2 Lebaran antrean pemudik motor di Ciwandan mengular
Baca juga: Menko IPK tekankan mitigasi dan titik rawan bencana dalam perjalanan
“Anak jadi enggak rewel selama nunggu keberangkatan,” kata dia.
Sebelumnya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Arifah Fauzi pun telah menilai fasilitas bagi anak-anak dan perempuan di Stasiun Gambir (Jakarta Pusat) telah memadai, sehingga mereka bisa berinteraksi dengan baik.
"Bagus (fasilitasnya), tadi ada ruang menyusuinya, saya lihat ibunya senang banget," kata Menteri Arifah.
Menurut dia, pelayanan yang baik itu juga sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan agar masyarakat yang mudik merasa nyaman dan aman.
Pewarta: Tri Meilani AmeliyaEditor : Heri Sutarman
COPYRIGHT © ANTARA 2026