Jakarta (ANTARA) - Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) berkomunikasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat terkait dengan perkembangan Pekan Olahraga Nasional (PON) NTT-NTB 2028.
Dalam audiensi tersebut, Ketum KONI Pusat Letjen TNI Purn. Marciano Norman mengatakan bahwa ada kemungkinan cabang yang tidak masuk dalam Olimpiade akan dipindahkan lokasi venue-nya dari NTT-NTB menuju tempat lain. Salah satunya yakni cabang equestrian, meski menjadi cabang Olimpiade namun terbuka kemungkinan tidak akan dilangsungkan di lokasi NTT-NTB.
“Pekan Olahraga Nasional dipertandingkan di NTT-NTB, kita hanya mempertandingkan olahraga Olimpiade, di luar itu, kita pertandingkan olahraga DBON, unggulan tuan rumah, dan pilihan tuan rumah,” terang Marciano dalam keterangan resmi, Kamis.
“Minggu ini kami menentukan provinsi penyangga, mengingat tidak ada pembangunan sarana dan prasarana baru,” sambung Marciano.
Menyikapi hal tersebut, Pordasi telah mempersiapkan sejumlah opsi kemungkinan jika equestrian memang tidak dapat dipertandingkan di lokasi NTT atau NTB selaku tuan rumah PON 2028.
Ketua Umum Federasi Nasional Pordasi Dewi Larasati menyebut bahwa Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP) menjadi salah satu opsi untuk venue equestrian pada PON 2028.
“Jika Equestrian dilaksanakan di Jakarta, kemungkinan menggunakan Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP), yang pernah digunakan untuk Asian Games 2018 dan sudah berstandar internasional,” kata Ketum Federasi Nasional Pordasi Dewi Larasati.
Selain itu audiensi antara KONI Pusat dan Pordasi juga menbahas mengenai kesiapan menuju PON 2028 di antaranya yakni venue terkait dengan nomor lainnya seperti berkuda, berkuda memanah, hingga polo.
Baca juga: KONI dukung Kejuaraan Dunia Underwater Photo and Video 2026 pacu pertumbuha pariwisata
Baca juga: KONI Badung akan fokus bina atlet usia dini
“Untuk pacu, kami terus berkonsultasi dengan NTT dan NTB terkait persiapan PON, termasuk kesiapan kuda dan venue. Kami juga memastikan kondisi kuda sehat dan layak bertanding,” ujar Ketua Umum Federasi Nasional Pordasi Pacu Teddy Soediro menjelaskan.
Audiensi ini juga membahas mengenai komitmen dari Pordasi yang ke depannya akan memperkuat konsolidasi antar empat federasi dan menjalankan susunan jadwal kompetisi kejuaraan nasional.
Pordasi kini akan fokus menyelenggarakan kegiatan kejuaraan olahraga berkuda baik di tingkat daerah dan nasional maupun internasional. Seluruhnya telah disusun dalam kalender kejuaraan olahraga dan telah dikomunikasikan dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI Pusat).
Pewarta: Fajar SatriyoEditor : Heri Sutarman
COPYRIGHT © ANTARA 2026