Jakarta (ANTARA) - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS), melalui anak usahanya PT Krakatau Pipe Industries (Krakatau Pipe) memastikan pengiriman pipa baja untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) distribusi gas Dumai–Sei Mangkei (Dusem) tepat waktu dan mutu.
"Kami pastikan produksi pipa baja Krakatau Pipe menggunakan material lokal berkualitas dunia," kata Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Hernowo dalam keterangan tertulis, Kamis.
Hernowo juga memastikan proses pengiriman (deliver) sesuai dengan yang ditargetkan.
Dia juga berharap Krakatau Steel ke depannya dapat mendukung proyek-proyek miga lainnya serta siap untuk memberikan pelayanan terbaik dalam rangka membangun ketahanan energi.
Sedangkan Dirjen Migas dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman memberikan apresiasi tinggi atas peran Krakatau Steel Group yang bersinergi bersama para anggota KSO atas langkah-langkah cepat dan terukur sehingga proyek ini masih berada pada timeline yang sangat meyakinkan.
“Kita harapkan penyambungan pipa perdana dengan cara di las (first welding) pada pertengahan Maret,” ujar Laode Sulaeman.
Dirinya menjelaskan bahwa jalur pipa sepanjang 541 km ini merupakan infrastruktur vital yang akan menyatukan jaringan transmisi gas dari Sumatra hingga Jawa.
“Kalau ini sudah terbangun, Krakatau Steel Group sudah membantu kami membangun hampir 900 kilometer pipa sebagai bagian dari membangun ketahanan energi nasional,” ucap Laode Sulaeman.
Selain memenuhi spesifikasi teknis yang ketat, penggunaan pipa produksi Krakatau Steel Group dalam proyek ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk mengoptimalkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Dengan estimasi nilai TKDN mencapai 60%, proyek Pipanisasi Dusem menjadi preseden penting dalam kemandirian industri nasional.
Hal ini sejalan dengan arahan Presiden untuk memprioritaskan material dalam negeri dalam setiap Proyek Strategis Nasional, yang tidak hanya menghemat devisa negara tetapi juga memberikan multiplier effect bagi ekosistem industri baja domestik.
Pengiriman perdana pipa baja Proyek Dumai–Sei Mangkei oleh Krakatau Steel Group selaras dengan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat kedaulatan energi, mendorong hilirisasi industri, serta meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.
Langkah Krakatau Steel ini menjadi wujud konkret dukungan terhadap agenda besar pemerintahan dalam membangun kemandirian ekonomi nasional yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Proyek Pipanisasi Dusem merupakan bagian dari jaringan pipa gas bumi dari Duri hingga Belawan. Ditargetkan rampung pada 2027, proyek ini akan mengalirkan gas dari Wilayah Kerja (WK) Andaman ke Jawa, menciptakan efisiensi energi nasional yang signifikan serta mendukung transisi energi hijau di Indonesia.
PT Krakatau Pipe Industries saat ini memiliki dua jenis pipa baja yang di produksi, yaitu Pipa Baja Spiral (HSAW) dan Pipa Baja ERW (Electric Resistance Welding) dengan ukuran masing-masing 12-80 inch dan 0,5-20 inch. Dengan total kapasitas produksi pipa baja sebesar 220.000 ton/tahun menjadikan Krakatau Pipe sebagai pabrikan pipa baja yang handal. Pipa yang diproduksi Krakatau Pipe dapat diaplikasikan di Industri perminyakan, gas, konstruksi dan infrastruktur.
Selain itu sebagai pabrikan pipa baja yang terintegrasi Krakatau Pipe juga memiliki fasilitas pelapisan anti korosi dengan kapasitas produksi mencapai 800.000 sqm/tahun. Beberapa jenis pelapisan anti korosi yang dapat dilakukan oleh KPI yaitu 3LPE (three layer polyethylene), 3LPP (three layer polypropylene), Asphalt Enamel, Concrete Weight Coating, dan Internal Cement Lining serta kemampuan untuk coating jaringan pipa laut dalam untuk kebutuhan di sektor migas baik onshore maupun offshore.
Pewarta: AntaraEditor : Feru Lantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026