Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Republik Islam Iran untuk RI Mohammad Boroujerdi menegaskan bahwa hubungan bilateral dengan Iran tetap menguntungkan, untuk itu Iran meminta Indonesia untuk tidak khawatir atas ancaman tarif dari Amerika Serikat.
"Kami sampaikan kepada Indonesia untuk tidak takut. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Perusahaan mana pun dan negara mana pun yang memiliki hubungan reguler dengan Iran, mereka akan mendapatkan banyak keuntungan," kata Dubes Boroujerdi dalam wawancara khusus dengan ANTARA di Jakarta, Jumat (13/2).
Presiden Donald Trump sebelumnya pada Januari mengumumkan pemberlakuan tarif sebesar 25 persen terhadap semua negara yang masih berdagang dengan Iran.
Terkait hal itu, Boroujerdi menjelaskan bahwa saat ini ada lebih dari 100 negara yang memiliki hubungan ekonomi dengan Iran, dan mereka tidak memiliki masalah dengan apa yang dikatakan AS.
"Semua negara merdeka percaya bahwa Amerika Serikat bukanlah raja dunia. Mereka tidak dapat mendikte aturan mereka kepada negara-negara merdeka seperti Indonesia," katanya.
Boroujerdi mengaku pemberlakuan sanksi tarif tersebut memang menimbulkan beberapa masalah bagi Iran, tetapi itu bukanlah hal baru. Sudah lebih dari 47 tahun Iran dijatuhi sanksi yang sangat berat dari AS. Namun, negara itu tetap memiliki ekonomi yang lebih baik, dan terus mengembangkan diri, kata Duta Besar tersebut.
"Anda dapat membandingkan Iran saat ini dengan Iran 75 atau 76 tahun yang lalu. Anda dapat melihat bahwa segala hal di bidang pendidikan, teknologi, ekonomi, semuanya telah berkembang pesat," katanya.
"Jadi, seluruh dunia percaya bahwa apa pun yang didiktekan oleh kekuatan-kekuatan besar tidak wajib untuk dipatuhi begitu saja. Dan saat ini pun mereka mengancam negara-negara lain," kata Duta Besar lebih lanjut.
Untuk itu, Boroujerdi mendorong negara-negara mana pun di dunia untuk terus meningkatkan kerja samanya dengan Iran.
Dia mengakui bahwa selama satu atau dua tahun terakhir, perdagangan semacam itu telah memengaruhi perekonomian global, dan banyak negara menderita akibat ancaman yang mereka terima akibat pemberlakuan tarif dan tantangan lainnya di dunia.
Namun, dia percaya bahwa negara-negara merdeka seperti Indonesia dan Iran harus melanjutkan kerja sama ekonomi mereka secara teratur agar situasinya tidak menjadi jauh lebih buruk.
"Jadi, jika mereka ingin melewati era sulit ini, mereka harus memperluas kerja sama antara kedua negara, baik secara bilateral dan multilateral, dan menunjukkan kepada AS bahwa mereka tidak dapat mendikte aturan mereka kepada seluruh dunia," katanya.
"Mereka adalah satu negara, mereka dapat bekerja sama dengan negara lain, dan tidak ada masalah dengan itu, tetapi mereka tidak dapat membuat peraturan untuk dunia modern saat ini," demikian kata Dubes Boroujerdi menambahkan.
Iran minta Indonesia tidak khawatir hadapi ancaman tarif AS
Sabtu, 14 Februari 2026 22:55 WIB
Duta Besar Republik Islam Iran untuk RI Mohammad Boroujerdi berbicara dalam wawancara khusus dengan ANTARA di Museum ANTARA, Jakarta, Jumat (3/2/2026). (ANTARA/Katriana)
