Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk memeriksakan kesehatan.

"Yang belum, segera cek kesehatan. Yang sudah pernah, silakan diulang lagi, karena sekarang layanannya kan tidak semata-mata menunggu ulang tahun, setiap saat, bahkan  layanannya bukan hanya di puskesmas ya, tetapi juga ada di kantor, di sekolah, di pabrik, dan lain-lain," kata Pratikno di Puskesmas Cilandak, Jakarta, Selasa.

Ia memuji pelayanan kesehatan di Puskesmas Cilandak yang memiliki alur yang memudahkan pasien.

"Saya sudah cek dari ruang ke ruang luar biasa pelayanannya, sangat simpel, masuk ke dalam satu ruangan sudah hampir semuanya di situ ada (berbagai) pengecekan. Terus petugas laboratoriumnya juga masuk ke ruangan situ. Pindah ke sebelahnya, ada ruang pelayanan kesehatan gigi dan mulut," kata Pratikno.

Menko PMK Pratikno meninjau pelaksanaan program CKG di Puskesmas Cilandak dalam rangka satu tahun pelaksanaan program tersebut.

Selama 2025, tercatat penerima manfaat program ini mencapai lebih dari 70 juta orang di seluruh Indonesia. "Alhamdulillah, sudah lebih dari 70 juta rakyat Indonesia yang sudah menikmati layanan kesehatan gratis ini," kata Pratikno. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dimulai sejak 10 Februari 2025.

Baca juga: Mendikdasmen: program CKG jadikan pelajar Indonesia generasi kuat dan berprestasi

Baca juga: Kemenkes alokasikan fasilitas tambahan alat rekam jantung perkuat program CKG

Pemeriksaan dalam CKG meliputi tekanan darah, gula darah, fungsi ginjal, kolesterol (lemak darah), EKG (jantung), pemeriksaan mata, telinga, gigi, dan skrining jiwa.

Salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan mengubah pendekatan dari kuratif (mengobati) menjadi preventif (pencegahan) untuk meningkatkan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

 



Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor : Heri Sutarman

COPYRIGHT © ANTARA 2026