Jakarta (ANTARA) - Wali Kota Salatiga, Jawa Tengah, Robby Hernawan mengatakan salah satu inovasi di daerahnya, Rapat tanpa rokok (Ratako) yang disertai dengan edukasi untuk mengurangi aktivitas merokok berhasil meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).   

"Ra takok itu kalau bahasa Jawa artinya enggak tanya, karena kita Jawa kan, Salatiga, tetapi itu adalah kepanjangan dari Rapat Tanpa Asap Rokok, karena kita ketahui, pejabat-pejabat atau anggota dewan itu kan hampir 50 persen perokok, mereka bahkan bilang kalau rapat tanpa menghisap rokok dulu itu sulit mendapatkan inspirasi. Namun, kita berusaha untuk mengatasi itu dengan inovasi Ratako ini, yang jelas setiap rapat dalam bentuk apapun (baik dalam maupun di luar ruangan) tidak boleh ada asap rokok," katanya di Jakarta, Senin.

Robby yang menjadi narasumber utama dalam acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-8 Aliansi Kota-kota Asia Pasifik untuk Kesehatan dan Pembangunan (APCAT) itu mengemukakan, dari inovasi tersebut yang disertai dengan edukasi bahaya merokok secara masif, Kota Salatiga berhasil meningkatkan PAD. 

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan itu menyadari bahaya paparan asap rokok tidak hanya bagi perokok aktif, tetapi juga pada perokok pasif yang dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular. 



Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026