Mataram (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan perairan Samudera Hindia sebelah selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai zona merah pelayaran akibat kemunculan gelombang laut setinggi empat hingga enam meter.
"Gelombang setinggi 4-6 meter tersebut masuk kategori sangat tinggi," kata Prakirawan Stasiun Meteorologi BMKG NTB Annisa Fauziah di Mataram, Rabu.
Annisa menyatakan wilayah yang masuk zona merah pelayaran memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan nelayan, kapal penyeberangan, hingga aktivitas wisata bahari.
Menurutnya, tinggi gelombang yang mencapai enam meter tersebut berisiko bagi berbagai jenis pelayaran yang melintasi pesisir selatan NTB.
Baca juga: BMKG ingatkan warga Sulut tentang potensi gelombang tinggi hingga 23 Januari 2026
Perahu nelayan berisiko saat terhempas gelombang melebihi 1,25 meter, kapal tongkang berisiko jika gelombang laut di atas 1,5 meter, kapal ferry di atas 2,5 meter, dan kapal besar seperti kapal pesiar maupun kapal kargo berisiko jika gelombang laut di atas 4 meter.
"Tinggi gelombang yang mencapai enam meter berisiko bagi semua jenis kapal," ucap Annisa.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan operator transportasi laut untuk tidak memaksakan aktivitas di wilayah yang masuk zona merah akibat keberadaan gelombang tinggi.
"Kami mohon masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar selalu waspada," pungkas Annisa.
Baca juga: Waspadai gelombang laut capai empat meter di NTB
Selain gelombang sangat tinggi, BMKG melaporkan beberapa perairan di NTB yang berpotensi dihantam gelombang setinggi 2,5 sampai 4 meter.
Daerah yang masuk zona gelombang tinggi meliputi Selat Lombok bagian utara, Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, Selat Sape bagian selatan, dan perairan utara Sumbawa.
BMKG menyebut hanya dua perairan di NTB yang masuk kategori zona kuning dengan ketinggian gelombang berkisar antara 1,25 meter hingga 2,5 meter, yakni Selat Alas bagian utara dan Selat Sape bagian utara.
