Karawang (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar) menyebutkan proses pemasangan beronjong di titik jebol tanggul Sungai Kalimalang di Desa Margakaya, Kecamatan Telukjambe Barat membutuhkan waktu tiga hingga lima hari. 

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Karawang, Tri Winarno, di Karawang, Sabtu menyampaikan tanggul Sungai Kalimalang di Desa Margakaya, Kecamatan Telukjambe Barat dilaporkan jebol pada Jumat (16/1) sekitar pukul 6.00 WIB.  

Di titik tanggul sungai yang jebol itu terdapat sipon yang dipakai untuk lalu lintas air, terutama untuk mengairi sawah. 

Sipon merupakan bangunan hidrolik berupa saluran tertutup yang dibangun di bawah sungai atau saluran lain untuk mengalirkan air irigasi atau air dari suatu tempat ke tempat lain tanpa bercampur dengan air di atasnya, 

Baca juga: Perjalanan sejumlah KA berputar ke arah selatan akibat banjir di wilayah Pekalongan

Tri mengatakan, karena adanya keretakan hingga jebol di bagian tanggul sungai, maka aliran air irigasi masuk ke sipon yang jalurnya terhubung ke kawasan pemukiman. Sehingga jebolnya tanggul itu mengakibatkan ratusan rumah di sekitar Desa Margakaya, Kecamatan Telukjambe Barat Karawang dilanda banjir.

Untuk melakukan penanganan sementara, Pemerintah Kabupaten Karawang bersama PJT II Jatiluhur melakukan pemasangan beronjong. Tujuannya untuk meminimalisasi aliran air yang mengalir ke titik tanggul yang jebol. 

Untuk pelaksanaan pekerjaan pemasangan beronjong, kata dia, kemungkinan akan berlangsung selama tiga hingga lima hari ke depan.

Pemerintah Kabupaten Karawang melakukan penanganan jebolnya tanggul Sungai Kalimalang dengan pemasangan beronjong yang bisa berfungsi sebagai tanggul sementara.

"Penanganan sementara ini penting untuk meminimalisasi luapan air ke pemukiman penduduk," kata Bupati Karawang Aep Syaepuloh.

Baca juga: Pemkab Karawang pasang bronjong di titik jebolnya tanggul Sungai Kalimalang

Pemkab Karawang juga sudah berkoordinasi dengan BBWS Citarum agar segera dilakukan perbaikan atau pembangunan kembali tanggul yang jebol itu.

Perum Jasa Tirta II juga telah dikoordinasikan dan telah mematikan tiga pompa di Bendung Curug yang mengarah ke Sungai Kalimalang, guna mengurangi debit dan ketinggian air.  



Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor : Heri Sutarman

COPYRIGHT © ANTARA 2026