Jakarta (ANTARA) - Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mematangkan rencana untuk memberangkatkan peserta Program Beasiswa Patriot perdana serta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Jilid II pada pertengahan 2026.
Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan Program Beasiswa Patriot bertujuan untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berprestasi secara akademik, tangguh secara mental, fisik, dan sosial, serta siap mengabdi di lapangan.
“(Para peserta harus) memiliki minat dan komitmen untuk berkontribusi dalam penciptaan pertumbuhan ekonomi baru di kawasan ekonomi transmigrasi terintegrasi,” kata M. Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan implementasi program tersebut juga diharapkan dapat mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi melalui penguatan kapasitas akademik, karakter dan kepemimpinan generasi muda.
Ia menuturkan para peserta Beasiswa Patriot nantinya menjalani masa pendidikan mereka sekaligus melaksanakan pengabdian masyarakat di kawasan transmigrasi.
Sejumlah area transmigrasi prioritas, seperti Barelang (Kepulauan Riau), Kalukku (Sulawesi Barat), dan Salor (Papua Selatan), dipersiapkan untuk menjadi daerah penugasan bagi para peserta pada tahap awal program tersebut.
Saat ini, Kementerian Transmigrasi sedang membahas mengenai skema seleksi peserta, sebaran perguruan tinggi mitra, tematik besar riset dan tesis, hingga pola penugasan mahasiswa di kawasan transmigrasi untuk memastikan Program Beasiswa Patriot nantinya bisa berjalan secara matang, terukur dan akuntabel.
Pihaknya pun optimistis bahwa Program Beasiswa Patriot mampu menjadi program unggulan dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi berbasis SDM unggul.
“Program ini diarahkan untuk mendukung penciptaan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia (Prabowo Subianto),” ujar Iftitah.
Beasiswa Patriot rencananya diberikan untuk 1.000 mahasiswa jenjang S2, terutama yang menempuh studi terkait Sains, Teknologi, Rekayasa dan Matematika (Science, Technology, Engineering, and Mathematics atau STEM).
Baca juga: Kementrans: Bangun sekolah dan kampus unggul bagi transmigran
Baca juga: Kemendikdasmen alokasikan beasiswa S1 bagi 150.000 guru pada tahun 2026
Pewarta: Uyu Septiyati LimanEditor : Erwan Muhadam
COPYRIGHT © ANTARA 2026