Jakarta (ANTARA) - Program Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (Genting) dinilai menghadirkan harapan baru bagi keluarga berisiko stunting karena menekankan pada pendekatan kolaboratif dan kepedulian sosial.
Di Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, misalnya, Program Genting dapat membantu pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita dari keluarga kurang mampu.
Dalam keterangan yang diterima di Jakarta pada Selasa, Wahida, salah satu warga Kelurahan Mosso, Kabupaten Majene, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan nutrisi yang diterima.
"Bantuan ini bukan sekadar paket pangan bergizi, melainkan juga dukungan moral dan pengetahuan baru tentang pengasuhan anak," katanya.
Baca juga: PKK dan penyuluh KB di Donggala diajak bantu atasi stunting
Baca juga: PPM UI: Transformasi layanan kesehatan berbasis data analitik untuk percepatan penanganan stunting
Baca juga: Angka stunting di Jakarta Pusat turun menjadi 3,1 persen pada 2025
Wahida mengakui bahwa edukasi yang diberikan penyuluh KB membantunya lebih memahami pola pemenuhan gizi dan pola asuh yang tepat bagi tumbuh kembang balitanya.
Program Genting merupakan inisiatif Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN yang menekankan pendekatan kolaboratif dan kepedulian sosial dalam upaya menurunkan angka stunting. Program ini dirancang untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita dari keluarga kurang mampu agar tumbuh kembang anak tetap berjalan optimal.
Program Genting dapat menjadi langkah strategis dalam memutus mata rantai stunting sejak dini jika bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan.
Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kecamatan Sendana bersama Penyuluh KB yang melibatkan pemerintah kecamatan setempat juga memberikan bantuan yang diberikan meliputi paket nutrisi, bahan pangan bergizi, dan dukungan pemenuhan kebutuhan dasar bagi keluarga sasaran.
