Buenos Aires (ANTARA) - Presiden Venezuela Nicolas Maduro menegaskan Amerika Serikat tidak akan mampu memaksakan dominasi kolonial terhadap negaranya, di tengah meningkatnya ketegangan hubungan kedua negara terkait isu keamanan dan sumber daya alam.
"Tak mungkin para pengambil keputusan di AS menciptakan realitas semu dan memaksakan model dominasi kolonial dan perbudakan pada Venezuela untuk mencuri sumber daya alamnya,” kata Maduro dalam pertemuan dengan para wakil presiden pada Sabtu (27/12).
Ia menyatakan Venezuela memiliki kapasitas yang cukup untuk menentukan arah pembangunannya sendiri tanpa intervensi asing.
Maduro juga menyebut dukungan AS terhadap tokoh-tokoh oposisi seperti Leopoldo Lopez, Juan Guaido, dan Maria Corina Machado tidak membuahkan hasil.
Baca juga: Sekelompok pakar PBB kecam blokade maritim AS terhadap Venezuela
Baca juga: Trump sebut AS simpan minyak dan kapal yang disita di lepas pantai Venezuela
Baca juga: Venezuela teguh pertahankan kedaulatan dengan segala cara usai AS blokade kapal tanker
"Mereka takkan pernah merebut tanah air ini," kata Maduro, seraya menegaskan bahwa Venezuela akan "terus melangkah bersama rakyatnya dan meraih keberhasilan besar di masa depan."
"Pesan kami adalah pesan perdamaian, cinta, dan saling pengertian," katanya, menambahkan.
AS selama ini membenarkan kehadiran militernya di kawasan Karibia dengan alasan memerangi perdagangan narkoba lintas negara.
Sejak awal September, Presiden Donald Trump mengizinkan pasukan AS menyerang kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba di lepas pantai Venezuela.
Pada November, Trump menyatakan kepemimpinan Maduro "tinggal menghitung hari," tetapi menegaskan bahwa AS tidak berencana berperang dengan Venezuela.
Venezuela menilai langkah AS itu sebagai provokasi yang berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta melanggar perjanjian internasional terkait status Karibia sebagai wilayah bebas militer dan nuklir.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Pewarta: M Razi RahmanUploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026