Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meraih tiga penghargaan strategis pada National Future Learning Forum 2025, LAN Awards, di Jakarta, Rabu, termasuk predikat Transformational Leader dari Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
"Saya rasa apa yang dilakukan LAN selama ini, mulai dari membuat kualifikasi, lalu mengukur dengan indikator-indikator tertentu, ini bisa menjadi referensi bagi seluruh penyelenggara lembaga pelatihan," kata Gubernur Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya.
Khofifah berharap penghargaan tersebut menjadi tambahan semangat dan tambahan energi untuk Jawa Timur.
"Insya Allah kami siap untuk terus lebih baik dan lebih baik lagi. Terima kasih LAN yang sudah memberikan apresiasi kepada kami," lanjutnya.
Baca juga: Pemprov Jatim raih penghargaan Nusantaraya Award di ICCF 2025
Pada ajang tersebut, Khofifah menjadi satu-satunya gubernur yang menerima penghargaan Transformational Leader.
Dua penghargaan lain diberikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk kategori Penyelenggaraan ASN Corporate University Tingkat Provinsi serta Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur sebagai Lembaga Pelatihan ASN Berprestasi Tingkat Daerah Terbaik I.
Penghargaan bagi BPSDM Jawa Timur tersebut menjadi yang keempat kalinya, menegaskan konsistensi kinerja lembaga pelatihan aparatur sipil negara di tingkat daerah.
Penghargaan itu, menurut Khofifah, menjadi dorongan untuk melahirkan program yang lebih visioner bagi Jawa Timur, termasuk penguatan pertumbuhan ekonomi daerah.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur per 5 November 2025 menunjukkan ekonomi Jawa Timur Triwulan III-2025 tumbuh 1,70 persen (q-to-q) dan 5,22 persen (y-on-y).
Baca juga: Khofifah raih penghargaan Tokoh Pendidikan Islam dari UINSA
"Alhamdulillah, ini juga diikuti dengan Indeks Pembangunan Manusia atau IPM 2025 kita yang mengalami percepatan dari tahun sebelumnya. IPM Jawa Timur tahun 2025 mencapai 76,13. Yang mana, ini terjadi pada semua dimensi, terutama pada standar hidup layak dan pengetahuan," katanya.
Mantan Menteri Sosial itu bersyukur masih banyak capaian yang diperoleh Jawa Timur. Termasuk bagaimana Corporate University yang Pemprov miliki di BPSDM Jatim itu terkoneksi dengan implementasi Sustainable Development Goals.
"Alhamdulillah, tahun ini BPSDM Jatim kembali meraih penghargaan lembaga pendidikan berprestasi terbaik tingkat daerah yang keempat kalinya. Maka yang harus kita lakukan adalah meningkatkan kinerja BPSDM Provinsi Jawa Timur. Karena yang datang ke sana bukan hanya birokrat atau ASN Jawa Timur, tapi untuk ASN dari berbagai provinsi, termasuk dari instansi pusat," tambah Khofifah.
Baca juga: Jatim borong 10 penghargaan dari 12 kategori pada Anugerah Adinata Syariah 2025
Kepala LAN RI Muhammad Taufiq menyebut LAN Awards digelar sebagai bentuk apresiasi bagi tokoh dan lembaga yang berdedikasi dalam pengembangan kompetensi ASN sekaligus memperkuat kolaborasi antarlembaga.
"Tantangan kita semua adalah kita mengembangkan kompetensi sendiri-sendiri. Di sektor swasta menerapkan sendiri, di sektor publik menerapkan sendiri. Sehingga, perlu sebuah perubahan besar bagaimana pengembangan ekosistem ini kita ubah menjadi sistem kolaboratif," ujarnya.
Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Purwadi Arianto menegaskan pentingnya penguasaan kompetensi masa kini dan masa depan bagi aparatur pemerintah.
"Jadi kita harus menguasai kompetensi masa kini dan masa depan, baik dalam hal teknis, manajerial, sosio-kultural, maupun digitalisasi. Artinya proses upskilling dan reskilling harus berjalan terus-menerus agar aparatur tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan publik yang terus berkembang," katanya.
Ia juga menekankan urgensi mengubah pola “ego-system” menjadi “ecosystem” yang mendorong kolaborasi antara pemerintah, swasta, akademisi, media, dan masyarakat.
