Depok (ANTARA) - Universitas Indonesia (UI) melalui gerakan UI Peduli kembali mengajak masyarakat luas dan sivitas akademika untuk mengulurkan tangan bagi saudara-saudara yang terdampak bencana alam di dua wilayah Indonesia, yakni Jawa Timur dan Sumatera.
Sebagai bentuk respons cepat dan kepedulian sosial, UI Peduli membuka kanal donasi resmi untuk memfasilitasi bantuan dari masyarakat.
Rektor UI Heri Hermansyah di Depok, Selasa, mengatakan seluruh donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk kebutuhan mendesak para pengungsi dan korban terdampak di kedua wilayah tersebut.
“Dalam situasi darurat, aksi konkret adalah bentuk kemanusiaan tertinggi. UI Peduli menjadi jembatan bagi solidaritas publik, dan kami berkomitmen untuk menyalurkan setiap donasi kepada mereka yang paling membutuhkan,” ujar Heri.
Baca juga: Mahasiswa UI inisiasi Gerakan Pariwisata Peduli Desa
Baca juga: UI Peduli Kebencanaan membantu korban banjir di Bekasi dan Depok
UI mengajak seluruh masyarakat untuk bergandengan tangan dalam membantu korban bencana.
Melalui kanal donasi resmi UI Peduli, diharapkan solidaritas ini dapat terwujud dalam aksi nyata yang memberikan dampak langsung bagi mereka yang membutuhkan.
UI berkomitmen untuk memastikan setiap dukungan disalurkan secara transparan dan tepat sasaran, sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab bersama.
Di akhir tahun ini, Indonesia berduka dengan dua peristiwa besar yang terjadi hampir bersamaan. Di Jawa Timur, Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada 19 November 2025.
Baca juga: Mahasiswa UI adakan aksi peduli lingkungan di Depok
Erupsi ini menyemburkan kolom abu setinggi kurang lebih 2.000 meter di atas puncak, disertai luncuran awan panas guguran yang mencapai jarak sekitar 7 km, memaksa warga sekitar untuk mengungsi dan meninggalkan harta benda mereka.
Sementara itu, di wilayah Sumatera, curah hujan tinggi memicu rentetan bencana hidrometeorologi.
Tercatat lebih dari 148 kejadian bencana banjir dan tanah longsor yang melanda 31 kabupaten/kota yang tersebar di tiga provinsi. Ribuan warga terdampak dan membutuhkan bantuan logistik serta pemulihan pascabencana.
