Jakarta (ANTARA) - Cekat. AI perusahaan layanan pelanggan berbasis kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence) memperkenalkan inovasi terbarunya yang memudahkan dan mengefisienkan perusahaan dalam memasarkan produknya.
"Lewat AI kita bisa menggantikan tim yang selama berada di frontline (garis depan) seperti customer service (layanan pelanggan) dan tenaga pemasar. Bahkan bisa langsung memproses hingga closing," jelas Founder dan CEO Cekat.AI, Matthew Sebastian dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Inovasi terbaru AI di bidang pemasaran ini diperkenalkan di SMESCO Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan yang dihadiri sekitar 3.000 peserta yang mayoritas berasal dari korporasi.
Menurut Matthew kehadiran AI dalam layanan pelanggan ini dapat mengefisienkan struktur organisasi secara signifikan sehingga memberikan keuntungan bagi perusahaan dari segi bisnis.
AI ini juga memiliki kemampuan berkomunikasi dengan pelanggan untuk mengetahui ukuran, warna, dan model dari produk yang diinginkan termasuk menginformasikan ketersediaan stok.
Tak hanya itu, sistem kecerdasan buatan yang dibangun tersebut juga memiliki kemampuan untuk mengingatkan dan menindaklanjuti konsumen yang pernah berhubungan dengan perusahaan.
Terkini AI tersebut juga dibekali dengan kemampuan melakukan konsultasi sehingga pemilik usaha dapat mengetahui jumlah pelanggan, ketersediaan stok, termasuk progres penjualan.
Matthew membenarkan sektor yang paling diuntungkan dengan AI layanan pelanggan ini selain dari korporasi juga pengusaha yang selama ini berjualan online yang mayoritas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Matthew juga mengatakan bagi perusahaan (korporasi) yang ingin memanfaatkan AI untuk layanan pelanggan sudah disiapkan uji coba (trial) serta pendampingan.
Mengenai jangka waktunya, dia mengatakan sangat bergantung kepada ukuran perusahaan kalau UMKM rata-rata hanya butuh waktu kurang dari dua minggu sudah bisa jalan sendiri.
Menjawab pertanyaan apakah struktur organisasi di frontline bakal tergantikan AI, Matthew membenarkan hal itu pasti akan terjaddi ke depannya.
Namun ini menjadi tantangan bagi mereka yang berada di frontline untuk meningkatkan keahlian (upgrade skill) di bidang teknologi informasi mengingat AI ini tetap membutuhkan input data untuk meningkatkan kemampuannya.
