Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, meminta para petani beradaptasi dengan potensi cuaca ekstrem melalui penyesuaian pola tanam hingga jenis tanaman yang tepat menurut kondisi iklim saat ini.

"Upaya ini kita harapkan mampu menjaga stabilitas pangan daerah di tengah ancaman perubahan iklim ekstrem," kata Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi Benny Yulianto Iskandar di Cikarang, Kamis.

Cuaca tak menentu melanda Kabupaten Bekasi sejak sepekan terakhir. Cuaca panas berlebih terjadi pada siang hari mencapai suhu 33 derajat Celcius namun disusul hujan di sore harinya sehingga turut berdampak terhadap kondisi tanaman pangan.

Benny mengungkapkan perubahan cuaca ekstrem tersebut membutuhkan adaptasi agar produksi hasil pertanian mereka dapat terus terjaga.

Baca juga: BPBD Bekasi imbau warga waspada potensi cuaca ekstrem memasuki musim kemarau

Selain itu, pemanfaatan lahan pekarangan rumah sebagai sumber pangan alternatif juga perlu dilakukan.

"Tanaman seperti singkong, ubi, jagung dan sukun dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada beras dan terigu," katanya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam mengonsumsi pangan. Salah satunya dengan mengurangi pemborosan melalui gerakan 'Stop Boros Pangan'.

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi mencatat sejumlah komoditas terpantau dalam kategori waspada di antaranya beras, jagung, bawang putih, bawang merah, minyak goreng, sayur-mayur dan kedelai.

Komoditas beras menjadi salah satu yang perlu diwaspadai. Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) Kabupaten Bekasi saat ini seberat 150 ton atau dinilai belum ideal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sepanjang tahun ini.

Baca juga: Puting beliung rusak 27 rumah di Bekasi

"Karena kami juga melakukan intervensi cepat seperti penyaluran atau distribusi CPPD, penanganan daerah rawan pangan dan gizi hingga menggelar Gerakan Pangan Murah," katanya.

Di sisi lain, pemerintah juga melakukan antisipasi melalui kolaborasi dengan berbagai instansi. Upaya tersebut mencakup pencegahan risiko gagal panen serta menjaga kelancaran distribusi pangan.

"Upaya yang kami lakukan di antaranya mengurangi risiko gagal panen serta menjaga distribusi pangan tetap lancar melalui kolaborasi dengan Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas Bina Marga hingga Bulog. Selain itu, kami juga memastikan cadangan pangan pemerintah daerah tetap tersedia," kata dia.

 



Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026