Banjarbaru (ANTARA) - Pakar Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (FKIK ULM) Profesor Husaini mengatakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri di Kalimantan Selatan telah memenuhi keamanan pangan dan menerapkan standar operasional prosedur (SOP).
"Hasil peninjauan kami Tim FKIK ULM terhadap tiga SPPG milik Polri yakni yang dikelola Polda Kalsel di Banjarbaru, SPPG Angsau Dua milik Polres Tanah Laut, dan SPPG Polres Tanah Bumbu semuanya telah memenuhi standar dari Badan Gizi Nasional," kata dia di Banjarbaru, Rabu.
Dia menjelaskan dapur SPPG sudah menerapkan prinsip ketahanan pangan, kebersihan, dan variasi menu bergizi seimbang bagi siswa sebagai penerima manfaat atas program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"SPPG Polri ini sudah mencerminkan apa yang disebut food security (ketahanan pangan) dan variasi gizi yang baik," katanya.
Baca juga: Pakar ULM sebut SPPG Polri Kalsel telah penuhi keamanan pangan dan terapkan SOP
Baca juga: Kapolda berikan penghargaan ULM atas inovasi pupuk organik
Dalam pengamatannya pula, setiap dapur SPPG telah memiliki sistem kerja yang berjalan rapi dan terukur. Semua bahan diperiksa ketat, mulai dari sayuran hingga daging, sebelum dimasak oleh juru masak yang telah dilatih dalam pengelolaan gizi anak sekolah.
Menu yang disajikan, katanya, selalu berganti setiap hari. Misalnya, hari ini ayam suwir dan sayur bening, besok bisa ikan bakar dan tumis kangkung.
"Tujuannya agar anak-anak tidak bosan sekaligus mendapatkan variasi nutrisi yang lengkap. Ini sebuah inovasi yang bagus mendukung program makan bergizi gratis (MBG)," tegas Ketua Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat FKIK ULM ini.
Ia menyebut keberadaan SPPG Polri di Kalsel ini layak dijadikan percontohan bagi daerah lain sebab selain higienis, sistemnya juga efisien dan transparan.
Baca juga: Mahasiswi ULM ciptakan karya ilmiah berbahan jeruk purut jadi nano alami cegah karies
"Bahkan Pak Kapolda secara terbuka mempersilakan bagi siapa pun yang ingin berkunjung ke SPPG untuk melihat langsung proses produksi MBG, ini inisiatif yang patut diapresiasi," ucapnya.
Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyatakan komitmen untuk senantiasa menjaga kualitas MBG melalui proses produksi yang diawasi ketat.
"Makanan tidak boleh didistribusikan sebelum hasil tes keamanan pangan dari Bid Dokkes keluar, jadi prosedurnya sangat ketat dan dikawal tim propam juga sehingga benar-benar berlapis pengawasannya," katanya.
