Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Puluhan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dilatih membuat sabun ramah lingkungan untuk menambah penghasilan sekaligus mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Burangkeng.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi Hasan Basri mengatakan para pelaku UMKM melalui pelatihan ini diajarkan cara membuat sabun cair dari kulit buah maupun potongan sayur segar yang difermentasi dengan gula.
"Jadi selain bisa digunakan untuk diri sendiri, sabun cair tersebut juga bisa dipasarkan sehingga berpeluang bagi para pelaku UMKM mendapatkan penghasilan tambahan untuk pengembangan usaha mereka," kata Hasan Basri di Cikarang, Kamis.
Baca juga: Pemkab Bekasi gandeng Kampus ITSB Deltamas Cikarang berdayakan UMKM
Dia mengatakan pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengajak masyarakat mengatasi persoalan sampah. Berdasarkan laporan yang diterima, mayoritas sampah yang masuk ke TPA Burangkeng berasal dari limbah rumah tangga.
"Karena memang hampir 70 persen sampah yang terbuang ke TPA Burangkeng berasal dari limbah rumah tangga atau organik," katanya.
Ia juga berharap produk sabun ramah lingkungan yang dihasilkan oleh para peserta pelatihan ini selanjutnya dapat dipasarkan secara luas melalui fasilitasi pemerintah daerah.
"Kami akan membantu pemasaran hasil produk mereka. Di Kabupaten Bekasi banyak pabrik yang memiliki koperasi karyawan. Jika hasilnya bagus, kita bisa tawarkan produk ini ke koperasi-koperasi tersebut," ucap dia.
Baca juga: Pemkab Bekasi fasilitasi bazar UMKM perkuat promosi produk olahan ikan
Camat Serang Baru Deni Mulyadi menambahkan pelatihan yang diikuti oleh para pelaku UMKM dari delapan desa di wilayahnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari sisi ekonomi.
"Saya turut mengapresiasi inisiatif pelatihan ini karena mampu mengubah sampah organik menjadi produk yang bermanfaat. Sampah organik ini diubah sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomis," katanya.
Deni juga menyebutkan sebelumnya para pelaku UMKM di wilayahnya telah mendapatkan pelatihan membuat bunga hias dari limbah plastik.
"Kami berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mampu mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomis melalui pelatihan-pelatihan seperti ini," ucapnya.
Baca juga: Pemkab Bekasi perluas peran UMKM dalam katalog elektronik versi 6
Dirinya turut mendorong peserta untuk menyebarluaskan ilmu dari hasil pelatihan kepada warga di masing-masing lingkungan agar semakin banyak masyarakat yang memiliki inisiatif memproduksi sampah menjadi barang bernilai ekonomis.
"Minimal bisa bersinergi dengan RT/RW di desa masing-masing agar semua limbah yang ada dapat diolah dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, mendatangkan penghasilan tambahan bagi keluarga," katanya.
Salah satu peserta pelatihan Fajar (38) mengaku sangat terbantu dengan kegiatan pelatihan ini. Sebagai pengusaha minuman Jeruk Kasturi Selasih, ia sering menghadapi masalah dengan limbah kulit jeruk yang menumpuk dan membutuhkan biaya tambahan untuk membuang.
"Dari pelatihan ini, limbah kulit jeruk yang ada Insya Allah nanti bisa dimanfaatkan untuk memproduksi sabun ramah lingkungan," kata dia.
