Samarinda (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur tetapkan strategi percepatan untuk menghapuskan Tuberkulosis (TBC) pada 2030 menyusul capaian indikator utama program yang menurun.
"Kami melihat data, hingga triwulan ke-3 tahun 2025, penemuan kasus TBC baik tingkat nasional dan Kaltim masih belum mencapai target," kata Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin di Samarinda, Jumat.
Dalam pertemuan Pengawasan dan Evaluasi Pencegahan dan Pengendalian (P2) TBC, Jaya memaparkan capaian angka penemuan kasus TBC di Kaltim baru mencapai 44 persen hingga Oktober 2025. Angka itu jauh di bawah target nasional yaitu 90 persen.
Angka keberhasilan pengobatan juga masih 79 persen dari target 90 persen.
"Indikator yang paling tertinggal adalah pemberian Terapi Pencegahan TBC (TPT) yang baru menyentuh 5 persen, sedangkan targetnya 72 persen," kata Jaya.
Capaian Kaltim tersebut masih di bawah rata-rata nasional, yang mencatat angka penemuan 64 persen dan pemberian TPT 53 persen.
Menurut Jaya, kondisi itu memerlukan upaya ekstra dan strategi inovatif yang menghasilkan solusi.
Baca juga: Menko PMK sebut stunting dan TBC jadi permasalahan mendasar kesehatan
Baca juga: Dinkes Sulbar siapkan fasilitas layanan kesehatan terpadu satu pintu TBC dan HIV
Baca juga: Madiun lakukan skrining deteksi penyakit menular TB dan HIV
